Tekan Inflasi Selama Ramadan, Pemprov Riau Gelar Pasar Murah Di Kota Pekanbaru

Tekan Inflasi Selama Ramadan, Pemprov Riau Gelar Pasar Murah Di Kota Pekanbaru
Pemerintah Provinsi Riau menggelar operasi pasar murah di lima titik strategis di Pekanbaru

Pekanbaru, Terbilang.id - Upaya menekan laju inflasi selama Ramadan terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Riau menggelar operasi pasar murah di lima titik strategis di Pekanbaru sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Kebijakan ini dijalankan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai instrumen pengamanan pasokan pangan saat permintaan bahan pokok meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kegiatan diawali pada Senin (23/2/2026) di halaman Kantor Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, sebelum difokuskan sepenuhnya ke Kota Pekanbaru selama empat hari berikutnya.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan operasi pasar murah dipusatkan di kawasan padat penduduk guna memastikan distribusi tepat sasaran.

“Setelah pembukaan di Kampar, fokus kegiatan selama empat hari berikutnya akan dipusatkan sepenuhnya di Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Operasi berlangsung berurutan di sejumlah lokasi, yakni Halaman Masjid Nurul Iman (Tangkerang Labuai), Kantor Lurah Delima (Binawidya), Kantor Lurah Wonorejo (Marpoyan Damai), dan Kantor Lurah Sialang Rampai (Kulim). Distribusi dimulai pukul 08.30 WIB hingga stok habis.

Setiap hari, distributor menyalurkan 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 500 kilogram beras SPHP, 40 karung beras premium Anak Daro, 40 karung beras premium Sokan, 50 papan telur ayam, serta cabai merah dan bawang merah.

Harga yang ditawarkan berada di bawah pasar reguler, seperti beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp15.500–Rp21.000 per liter tergantung merek.

Menurut Tetty, operasi pasar bukan sekadar menjual bahan pokok murah, tetapi memastikan rantai distribusi tetap lancar dan harga di tingkat konsumen terkendali.

“Kami ingin masyarakat merasa tenang karena pemerintah hadir memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan harganya tetap terjangkau hingga hari raya nanti,” tegasnya.

Pemprov Riau juga mengingatkan warga untuk tertib selama antrean dan membawa tas belanja sendiri sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Melalui intervensi langsung di titik konsumsi, pemerintah berharap tekanan inflasi Ramadan dapat diredam, daya beli masyarakat tetap terjaga, dan momentum Lebaran berlangsung tanpa gejolak harga yang memberatkan warga. (*)