Tambahan satu poin tak cukup mengangkat posisi PSPS dari papan bawah klasemen. Dengan koleksi 24 poin, mereka masih tertahan di peringkat delapan dan belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Jika pesaing terdekat mampu meraih kemenangan di laga berikutnya, posisi PSPS berpotensi kembali merosot.
Pelatih PSPS, Aji Santoso, mengakui timnya belum tampil sesuai harapan. Ia menyoroti minimnya peluang dan kurangnya efektivitas permainan sepanjang pertandingan.
“Sangat disayangkan hasilnya tidak memuaskan. Peluang kami minim, baru di babak kedua mulai terlihat. Di babak pertama sentuhan belum jalan,” ujarnya.
Menurutnya, pola permainan yang terlalu banyak mengalirkan bola tanpa penetrasi membuat serangan mudah dibaca dan dipatahkan lawan. Penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi.
Di putaran ketiga ini, PSPS belum sekalipun meraih kemenangan. Tiga laga berakhir imbang, termasuk saat menghadapi Persiraja dan Adhyaksa FC. Konsistensi tanpa kemenangan menjadi alarm serius bagi manajemen dan tim pelatih.
PSPS masih memiliki enam pertandingan tersisa, termasuk laga krusial melawan PSMS Medan pada 28 Maret mendatang. Jeda kompetisi hampir satu bulan menjadi momentum evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun mentalitas tim.
Jika tak segera berbenah, bayang-bayang zona degradasi bisa menjadi kenyataan. Namun peluang bertahan tetap terbuka, asalkan Askar Bertuah mampu bangkit dan menemukan kembali ketajaman di lini depan. (*)