Kasus DBD Capai 4.724 Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Provinsi Riau Gencarkan Sosialisasi PSN Dan 3M Plus

Kasus DBD Capai 4.724 Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Provinsi Riau Gencarkan Sosialisasi PSN Dan 3M Plus
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli

Pekanbaru, Terbilang.id - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Riau sepanjang 2025 tercatat mencapai 4.724 kasus. Data tersebut dirilis Dinas Kesehatan (Diskes) Riau sebagai bagian dari evaluasi situasi penyakit menular di daerah.

Dari total tersebut, kasus tertinggi ditemukan di Dumai sebanyak 845 kasus. Disusul Pekanbaru dengan 791 kasus, Kabupaten Bengkalis 626 kasus, Kabupaten Indragiri Hilir 550 kasus, dan Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 364 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, menyebut angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terlebih saat musim hujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk.

“Ada 4.724 kasus DBD ditemukan sepanjang 2025, dengan angka terbanyak di Kota Dumai yaitu 845 orang,” ujar Zulkifli, Rabu (18/2/2026).

Selain lima daerah dengan angka tertinggi, kasus juga ditemukan di Kabupaten Kampar sebanyak 355 kasus, Kabupaten Siak 304 kasus, Kabupaten Kuantan Singingi 271 kasus, serta Kabupaten Rokan Hulu 231 kasus.

Sementara itu, tiga kabupaten dengan kasus di bawah 200 yakni Kabupaten Kepulauan Meranti 175 kasus, Kabupaten Pelalawan 113 kasus, dan Kabupaten Indragiri Hulu 99 kasus.

Dengan jumlah tersebut, angka kesakitan (incidence rate) DBD di Riau mencapai 64,7 per 100.000 penduduk.

Untuk menekan lonjakan kasus, Diskes Riau terus menggencarkan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Pola hidup sehat dan bersih serta pemberantasan sarang nyamuk menjadi kunci utama dalam mencegah demam berdarah,” tegas Zulkifli.

Ia menjelaskan, metode 3M Plus menjadi langkah efektif dalam pencegahan, yakni:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin

  • Menutup rapat wadah air

  • Mengubur atau mendaur ulang barang bekas

Sementara langkah “Plus” meliputi penggunaan obat nyamuk, pemasangan kawat kasa di ventilasi, menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, hingga memakai pakaian tertutup untuk menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Selain itu, masyarakat diimbau melakukan gotong royong kebersihan lingkungan dan fogging di wilayah yang berisiko tinggi. Penggunaan losion antinyamuk yang mengandung DEET, peningkatan daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi, serta vaksinasi DBD juga disarankan sebagai perlindungan tambahan, khususnya bagi anak-anak.

“Lakukan tindakan-tindakan ini secara konsisten, terutama saat musim hujan ketika populasi nyamuk meningkat,” pungkasnya.

Diskes Riau berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam menerapkan PSN dan 3M Plus dapat menekan angka penyebaran DBD di seluruh kabupaten/kota. (*)