Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Bidang Fatwa dan Metodologi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Gusrizal Gazahar (Datuak Palimo Basa), menyusul terbitnya Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Pusat Nomor Kep-6/DP-MUI/I/2026 tentang pengesahan hasil Musyawarah Daerah (Musda) VIII MUI Riau.
Dalam struktur baru tersebut, Saidul Amin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Riau. Kepengurusan periode 2025–2030 ini diharapkan mampu memperkuat peran MUI sebagai pembina umat sekaligus penjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menghadiri langsung prosesi pengukuhan dan menyampaikan ucapan selamat serta tahniah kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap MUI tidak hanya hadir membantu umat di saat sulit, tetapi juga mampu memberi dampak jangka panjang yang luas bagi kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Riau.
“Selamat atas dilantiknya pengurus MUI Provinsi Riau masa bakti 2025–2030. Saudara diharapkan bukan hanya menjadi pelita dalam gelap,” ujar SF Hariyanto.
Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada Saidul Amin yang baru dikukuhkan sebagai Ketua Umum. Menurutnya, Saidul Amin dikenal sebagai sosok dengan rekam jejak yang baik serta memiliki reputasi akademik dan pengalaman organisasi yang solid di Provinsi Riau.
SF Hariyanto berharap, di bawah kepemimpinan Saidul Amin, MUI Provinsi Riau semakin maju dan mampu memperkuat perannya dalam membina umat serta menjaga harmoni sosial.
Kepada seluruh jajaran pengurus, ia berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan serta kebangsaan. Keberadaan MUI diharapkan dapat terus memberi pengaruh positif dan menjadi penyejuk di tengah dinamika masyarakat.
“Selamat bekerja kepada seluruh pengurus MUI Provinsi Riau masa khidmat 2025–2030. Semoga Allah membuka jalan untuk kita semua,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, MUI Provinsi Riau diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan keumatan ke depan, mulai dari pencegahan radikalisme, penguatan moral generasi muda, kepedulian terhadap persoalan lingkungan, hingga mempererat ukhuwah Islamiyah di seluruh wilayah Riau. (*)