Kinerja BUMD Di Nilai Masih Stagnan, Pj Sekda Pekanbaru Dorong Peningkatan Di Tahun 2026

Kinerja BUMD Di Nilai Masih Stagnan, Pj Sekda Pekanbaru Dorong Peningkatan Di Tahun 2026
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut

Pekanbaru, Terbilang.id - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk meningkatkan capaian kinerja pada tahun 2026.

Ia menegaskan, keberadaan BUMD diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan dan pembangunan daerah. Namun demikian, Ingot menilai kinerja dua BUMD masih cenderung stagnan sepanjang tahun 2025 lalu.

Dua BUMD tersebut yakni PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) dan Perumda Tirta Siak Pekanbaru.

“SPP kan cenderung stagnan, karena ada perubahan bisnis inti,” ujar Ingot Ahmad Hutasuhut, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, stagnannya kinerja SPP disebabkan karena perusahaan daerah tersebut tidak lagi mengelola Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Namun, pada tahun 2026 ini, SPP mulai mengembangkan lini usaha baru.

“Saat ini SPP mulai merambah bisnis lain, yakni mengelola Taman Labuai City Walk Pekanbaru. Kita sudah melakukan penandatanganan perjanjian sewa, sehingga SPP akan mengelola kawasan kuliner tersebut selama dua tahun ke depan,” jelasnya.

Menurut Ingot, pengelolaan pusat kuliner tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan finansial SPP sebagai BUMD milik Pemerintah Kota Pekanbaru. Selain itu, SPP juga tengah melakukan percepatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Kawasan Industri Tenayan (KIT).

Sementara itu, Ingot juga mengakui bahwa kondisi Perumda Tirta Siak Pekanbaru masih belum sepenuhnya sehat. Meski demikian, Pemko Pekanbaru mengklaim telah menyiapkan formulasi untuk melakukan perbaikan kinerja perusahaan daerah pengelola air minum tersebut.

“Kita sudah punya formulasi untuk perbaikan Perumda Tirta Siak di tahun 2026,” ulasnya.

Di sisi lain, Ingot menyebut BUMD dengan kinerja relatif baik saat ini adalah Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru. Namun, proses seleksi direktur baru BPR tersebut masih berlangsung.

Ia mendorong agar direktur BPR yang terpilih nantinya mampu membawa BPR Pekanbaru bertransformasi menjadi bank syariah, dengan segmentasi nasabah yang lebih fokus kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). (*)