Warga Pangean Hilang Di Sungai Kuantan, Jasad Korban Ditemukan 1,5 Kilometer Dari Lokasi Awal

Warga Pangean Hilang Di Sungai Kuantan, Jasad Korban Ditemukan 1,5 Kilometer Dari Lokasi Awal
Korban berinisial RR (27) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

Kuantan Singingi, Terbilang.id - Tim gabungan akhirnya menemukan seorang warga Dusun II Desa Pulau Kumpai, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam di aliran Sungai Kuantan.

Korban berinisial RR (27) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (13/5) pagi, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

Kapolsek Pangean, Aman Sembiring mengatakan, pencarian dilakukan sejak Selasa (12/5) sore setelah pihak kepolisian menerima laporan adanya warga yang tenggelam di Sungai Kuantan.

“Setelah menerima laporan adanya warga tenggelam, personel Polsek Pangean bersama tim gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban dengan melibatkan BPBD, Babinsa, pemerintah desa dan masyarakat,” kata Aman Sembiring.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban diduga berada seorang diri di tepi sungai. Tak lama kemudian korban terlihat tenggelam dan terbawa arus Sungai Kuantan yang saat itu cukup deras.

Salah seorang warga sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus sungai membuat korban tidak berhasil diselamatkan.

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian menggunakan pompong hingga malam hari. Akan tetapi proses pencarian belum membuahkan hasil karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Hujan deras dan arus sungai yang semakin kuat membuat pencarian sementara dihentikan pada malam hari dan dilanjutkan kembali pagi harinya bersama Tim BPBD Kabupaten Kuantan Singingi,” jelas Kapolsek.

Pencarian kembali dilakukan pada Rabu pagi. Sekitar pukul 06.47 WIB, seorang warga melihat sesosok mayat tersangkut di sebuah buntu atau pulau kecil di tengah Sungai Kuantan.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada tim gabungan. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan mengevakuasi jasad korban menggunakan rubber boat.

Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Pulau Kumpai untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap korban,” tutup Aman Sembiring. (*)