Menuju Kursi Rektor Unri Periode 2026-2030, Lima Calon Kandidat Siap Bergerilya Cari Dukungan Senator

Menuju Kursi Rektor Unri Periode 2026-2030, Lima Calon Kandidat Siap Bergerilya Cari Dukungan Senator
Ketua Panitia Pilrek Unri, HM Rasuli.

Pekanbaru, Terbilang.id - Bursa pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026-2030 mulai memanas. Hingga Senin (11/5), sudah lima bakal calon (Balon) Rektor yang resmi mendaftarkan diri ke Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) di Senat Unri.

Tiga nama terbaru yang mendaftar yakni Iwantono, Firdaus dan Elfizar.

Berkas ketiganya diterima langsung Ketua Panitia Pilrek Unri, HM Rasuli.

Saat mendaftar, Prof Iwantono didampingi sejumlah pendukung, termasuk dosen senior Irwan Effendy. Selain menjabat Dekan FMIPA Unri, ia juga dikenal pernah menjadi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unri.

Ini menjadi kali kedua Iwantono maju dalam kontestasi Pilrek Unri setelah sebelumnya ikut bertarung pada suksesi rektor tahun 2022.

Sementara itu, Prof Firdaus datang bersama sejumlah tokoh masyarakat Riau dan civitas akademika Unri. Tampak hadir mantan pejabat Pemprov Riau Ahmad Shah Harrofie, Joni Irwan, Zulkarnain Kadir, mantan anggota DPD RI Dinawati serta mantan anggota DPRD Riau Zulkarnaen.

Adapun Prof Elfizar yang berasal dari Kabupaten Bengkalis dikenal sebagai akademisi di bidang teknologi informasi dan menjadi salah satu bakal calon termuda dalam Pilrek Unri kali ini.

Sebelumnya, dua nama lain telah lebih dulu mendaftarkan diri yakni Jimmi Copriady dan Mexsasai Indra.

Prof Jimmi Copriady saat mendaftar didampingi sejumlah pendukung lintas fakultas, termasuk mantan Dekan FKIP Isjoni.

Sedangkan Mexsasai Indra datang bersama jajaran pimpinan Unri, di antaranya Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Yuana Nurulita serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hermandra.

Informasi yang beredar, satu kandidat lain yakni Nofrizal juga dikabarkan akan ikut mendaftar pada Selasa (12/5).

Seluruh bakal calon mengaku telah menyiapkan konsep dan strategi untuk memajukan Unri apabila terpilih memimpin kampus terbesar di Riau tersebut.

Tahapan berikutnya, panitia akan melakukan verifikasi berkas pada 13 Mei mendatang, dilanjutkan rapat Senat Unri pada 17 Juni dengan agenda persetujuan bakal calon.

Selanjutnya para kandidat akan mengikuti tahapan penyampaian visi, misi dan program kerja di hadapan rapat senat bersama utusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 melalui dua putaran pemilihan.

Pada putaran pertama, sebanyak 66 anggota Senat Unri akan memilih hingga tersaring tiga calon rektor dengan suara terbanyak. Selanjutnya pada putaran kedua, pemilihan dilakukan bersama utusan kementerian.

Dalam mekanisme tersebut, suara utusan kementerian memiliki bobot 35 persen atau setara 36 suara anggota senat, sehingga dinilai sangat menentukan hasil akhir pemilihan.

Karena itu, para kandidat kini mulai bergerilya mencari dukungan senator demi mengamankan peluang menuju kursi Rektor Unri periode 2026-2030. (*)