Dalam proses penyelidikan tersebut, polisi telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk pengurus koperasi RTBS, guna mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan sekitar 40 hektare lahan gambut itu.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi melalui Kanit Tipidter Iptu Asbon Mairizal mengatakan, hingga saat ini penyidik Unit II Tipidter masih terus mengumpulkan bahan keterangan dari berbagai pihak terkait.
“Ada beberapa pihak yang sudah kami periksa, termasuk pengurus koperasi RTBS. Mereka telah memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan,” ujar Iptu Asbon Mairizal, Rabu (6/5).
Menurutnya, sedikitnya tiga orang pengurus koperasi telah dimintai klarifikasi terkait peristiwa kebakaran yang sempat menjadi perhatian luas tersebut.
Dalam pemeriksaan, penyidik mendalami berbagai aspek, mulai dari sistem pengelolaan lahan hingga kemungkinan penyebab terjadinya kebakaran.
Selain memeriksa pengurus koperasi, pihak kepolisian juga meminta keterangan dari instansi terkait mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di lokasi kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan sekaligus memastikan status dan peruntukan lahan yang terbakar.
“Proses penyelidikan masih berjalan. Saat ini belum dapat disimpulkan penyebab pasti kebakaran,” tambahnya.
Karhutla yang terjadi pada Minggu (15/3/2026) itu sempat menyulitkan proses pemadaman lantaran api cepat meluas di kawasan lahan gambut.
Lokasi kebakaran yang berbatasan dengan areal hutan tanaman industri milik PT Arara Abadi juga membuat api dengan cepat menjalar ke sejumlah titik.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 40 hektare setelah dilakukan pengukuran pasca pemadaman.
Dalam upaya penanggulangan, ratusan personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan ke lokasi kebakaran. Petugas juga menggunakan 10 unit alat berat jenis ekskavator dan tiga unit helikopter untuk operasi water bombing.
Setelah dilakukan upaya intensif selama beberapa hari dan dibantu turunnya hujan lebat di lokasi kejadian, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. (*)