Debit Sungai Kuantan Dekati Zona Merah, Camat Dan Kades Siaga Hadapi Ancaman Banjir

Debit Sungai Kuantan Dekati Zona Merah, Camat Dan Kades Siaga Hadapi Ancaman Banjir
Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby

Kuantan Singingi, Terbilang.id - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menetapkan status siaga menyusul meningkatnya debit air Sungai Kuantan yang kini mendekati zona merah. Seluruh camat dan kepala desa di sepanjang bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi dini menghadapi potensi banjir.

Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby menginstruksikan seluruh aparatur wilayah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta terus memantau perkembangan kondisi sungai.

“Lakukan antisipasi dini, tingkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait,” tegas Suhardiman, Rabu (13/5).

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah hasil pemantauan Pos Duga Air (PDA) Lubuk Ambacang menunjukkan debit air Sungai Batang Kuantan terus mengalami peningkatan. Pada pukul 17.00 WIB, ketinggian debit air tercatat telah mencapai angka 470.

Kepala Pelaksana BPBD Kuantan Singingi, H. Yulizar mengatakan, kondisi itu sudah berada di zona kuning dan hanya tinggal selangkah lagi menuju zona merah.

BPBD Kuansing juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah hilir Sungai Kuantan agar tetap waspada. Potensi kenaikan debit air dinilai masih cukup tinggi mengingat kondisi cuaca di kawasan hulu belum stabil.

Berdasarkan laporan BPBD Sijunjung, hujan lebat mengguyur wilayah hulu pada malam sebelumnya. Tiga sungai besar yang bermuara ke Muaro Sijunjung yakni Sungai Sukom dari Solok Selatan, Sungai Batang Ombilin dari Tanah Datar, serta Batang Palangki dari Kabupaten Solok mengalami peningkatan volume air yang signifikan.

Meski sempat terjadi penurunan debit air pada siang hari, hujan kembali turun dan menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Sijunjung terendam. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memperbesar potensi kiriman air menuju Sungai Kuantan.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi pun mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, agar terus memantau perkembangan debit air dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana banjir. (*)