TKD Pusat Mengalami Pemangkasan, BOSDA Reguler SMA/SMK Di Riau Terancam Dihentikan

TKD Pusat Mengalami Pemangkasan, BOSDA Reguler SMA/SMK Di Riau Terancam Dihentikan
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya

Pekanbaru, Terbilang.id - Kondisi keuangan Dinas Pendidikan Provinsi Riau saat ini mengalami tekanan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Reguler tahun 2026, baik untuk sekolah negeri maupun swasta.

Kekhawatiran tersebut mengemuka dalam pertemuan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, dengan seluruh kepala SMA dan SMK swasta di DPRD Riau, Senin (2/2/2026). Dalam pertemuan itu, Kadisdik menyampaikan kondisi keuangan dinas saat ini “tidak dalam keadaan baik”.

Sekolah swasta pun mempertanyakan kepastian BOSDA Reguler 2026. Pasalnya, jika BOSDA Reguler ditiadakan, dampaknya tidak hanya dirasakan sekolah swasta, tetapi juga sekolah negeri. Sementara itu, BOSDA Afirmasi dipastikan tetap berjalan bagi peserta didik kurang mampu di sekolah swasta.

“Yang menjadi pertanyaan teman-teman swasta adalah apakah BOSDA Reguler masih ada atau tidak di 2026. Kalau tidak ada, baik negeri maupun swasta sama-sama tidak mendapatkannya. Tapi BOSDA Afirmasi tetap ada,” ujar Erisman Yahya.

Selain BOSDA, pihak sekolah juga menyoroti kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Mereka berharap calon siswa tidak seluruhnya diarahkan ke sekolah negeri saja, sehingga sekolah swasta tetap hidup dan berkembang.

Ketua MKKS SMA/SMK Swasta Riau, Faisal, menyatakan BOSDA Reguler 2026 masih dalam tahap pembahasan dan belum bersifat final. Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan anggaran.

“Kalau memang tidak dianggarkan, kami dari SMA dan SMK swasta akan melakukan ancang-ancang apa yang harus dilakukan. Tapi harapan tetap ada agar BOSDA Reguler bisa dialokasikan,” ujar Faisal.

Meski begitu, Faisal menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Riau karena tetap menjalankan BOSDA Afirmasi bagi siswa kurang mampu selama tiga tahun ke depan.

“Kami berterima kasih karena meskipun anggaran sulit, Pak Kadis tetap berkomitmen membayarkan BOSDA Afirmasi. Ini menjadi pengobat bagi sekolah swasta,” pungkasnya. (*)