Tak Terlihat Selama Berhari-hari, Pria Di Siak Hulu Ditemukan Tewas Membusuk
Kampar, Terbilang.id - Kecurigaan warga akhirnya terjawab. Seorang pria bernama Abrar Fagreni ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di sebuah rumah di Jalan Muhajirin, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Sabtu (18/4) sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban diketahui tinggal seorang diri di pondok tersebut. Penemuan bermula dari kecurigaan seorang warga, Zulfahri, yang merasa janggal karena korban tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari terakhir, bahkan tak lagi terlihat datang ke masjid seperti biasanya.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, korban tinggal sendiri dan sebelumnya sempat mengeluh sakit di bagian jantung,” ujar Kompol Deni Afrial, Selasa (21/4).
Merasa khawatir, Zulfahri kemudian mendatangi rumah korban dan memanggil dari luar, namun tidak mendapat jawaban. Ia lalu mencoba mengintip dari sela jendela, dan mendapati korban sudah dalam kondisi mengenaskan.
“Saksi melihat tubuh korban sudah membengkak dan menghitam,” jelas Kapolsek.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada warga sekitar. Tak lama, masyarakat berdatangan ke lokasi untuk memastikan kondisi korban yang diduga telah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelumnya.
Aparat desa setempat kemudian bergerak cepat dengan menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa guna mengamankan lokasi kejadian.
Selanjutnya, Kanit Reskrim Polsek Siak Hulu AKP Jonera Putra turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan para saksi.
Petugas menemukan kondisi jasad korban telah membusuk. Proses evakuasi dilakukan menggunakan kantong jenazah, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari hasil pengecekan, seluruh tubuh korban sudah menghitam dan membengkak,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan kerap mengonsumsi obat. Ia juga sempat meminta bantuan saksi untuk memantau kondisinya karena tinggal seorang diri di pondok tersebut selama kurang lebih dua tahun.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutup Kapolsek. (*)


