Patroli gabungan yang melibatkan Tim Raga Polda Riau dan Satlantas Polresta Pekanbaru itu dimulai sekitar pukul 04.30 WIB. Sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas hingga potensi balap liar disisir petugas, terutama ruas jalan yang kerap dijadikan arena kebut-kebutan usai sahur.
Operasi dipimpin Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Satrio B.W. Wicaksana. Fokus penindakan diarahkan pada penggunaan knalpot brong, kendaraan tanpa kelengkapan surat, serta kelompok remaja yang berkumpul dan terindikasi hendak melakukan balapan.
Saat patroli berlangsung, petugas mendapati kerumunan pemuda dan langsung melakukan pembubaran. Dari hasil penertiban, sebanyak 43 unit sepeda motor dengan knalpot tidak standar maupun tanpa kelengkapan surat kendaraan diamankan. Selain itu, 62 remaja di bawah umur turut terjaring dan didata petugas.
Seluruh kendaraan yang disita kemudian dibawa ke Mako Satlantas Polresta Pekanbaru untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolresta Pekanbaru, Muharman Artha, melalui AKP Satrio menegaskan bahwa Operasi Asmara Subuh merupakan langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas jalanan sekaligus mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.
“Patroli ini kami lakukan untuk mencegah balap liar dan gangguan keamanan lainnya, terutama selama bulan Ramadhan. Kami ingin masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Patroli berakhir sekitar pukul 08.30 WIB dengan situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Kepolisian memastikan pengawasan akan terus ditingkatkan selama Ramadhan guna menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi warga Kota Pekanbaru. (*)