Dorong Pelestarian Budaya Dan Pertumbuhan UMKM, KORMI Siak Gelar Festival Layang-Layang 2026

Dorong Pelestarian Budaya Dan Pertumbuhan UMKM, KORMI Siak Gelar Festival Layang-Layang 2026
Festival Layang-Layang 2026 di Kabupaten Siak

Siak, Terbilang.id - Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Siak menggelar Festival Layang-Layang 2026 sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan pertumbuhan UMKM lokal.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (6/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026), digelar di sejumlah titik strategis di Kota Siak. Kegiatan ini dihadiri Bupati Siak Afni Zulkifli, Ketua KORMI Siak Sujarwo, unsur Forkopimda, Kapolsek Siak, Kejaksaan, perwakilan TNI, serta Ketua KORMI Kabupaten Kuantan Singingi.

Ketua KORMI Siak Sujarwo mengatakan, Festival Layang-Layang merupakan wujud komitmen nyata dalam menjaga permainan rakyat agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Permainan layang-layang adalah bagian dari identitas masyarakat Siak. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi olahraga masyarakat yang sarat nilai kebersamaan, kreativitas, dan kearifan lokal,” ujar Sujarwo.

Menurutnya, festival ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

“Kami sengaja memilih beberapa lokasi agar perputaran ekonomi lebih luas. UMKM bergerak, masyarakat ramai, dan Siak semakin dikenal,” katanya.

Perlombaan digelar di lapangan belakang RSUD Siak, depan Istana Siak, serta Taman Singapur Siak. Babak final dipusatkan di lapangan belakang RSUD Siak. Pemilihan lokasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi promosi wisata daerah.

Sebanyak tujuh kategori layang-layang tradisional diperlombakan dengan ratusan peserta. Rinciannya, kategori Sawai diikuti 174 peserta, Sampek 64 peserta, Layang Dandan 16 peserta, Layang Pegon 16 peserta, Wau Kuaw 21 peserta, Ram-Raman 5 peserta, dan Layang Lampu 12 peserta. Khusus kategori layang lampu, perlombaan digelar hingga malam hari guna menambah daya tarik festival.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini membuktikan olahraga masyarakat masih diminati dan layak dikembangkan sebagai agenda rutin tahunan,” tambah Sujarwo.

Festival Layang-Layang 2026 resmi dibuka oleh Bupati Siak Afni Zulkifli. Ia mengapresiasi KORMI Siak atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta menegaskan pentingnya menjaga permainan tradisional sebagai bagian dari jati diri daerah.

“Layang-layang adalah permainan rakyat yang sarat nilai budaya. Pemerintah Kabupaten Siak sangat mendukung kegiatan seperti ini karena sejalan dengan pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata,” ujar Afni.

Ia menilai festival tersebut juga menjadi ruang kebersamaan dan hiburan sehat bagi masyarakat.

“Festival ini menghidupkan ruang publik, memperkuat interaksi sosial, serta mendorong ekonomi masyarakat. Inilah wajah pembangunan yang kita harapkan,” katanya.

Pembukaan festival ditandai dengan penandatanganan layang-layang bergambar Bupati dan Wakil Bupati Siak yang kemudian diterbangkan sebagai simbol dimulainya perlombaan.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, Festival Layang-Layang Siak 2026 diharapkan menjadi agenda unggulan yang memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal. (*)