Tagih Kepastian Hukum Tragedi Kecelakaan Kerja Di Tanjung Buton, Ratusan Mahasiswa Tabur Bunga Di Polda Riau
Pekanbaru, Terbilang.id - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Peduli Korban Kecelakaan Kerja menggelar aksi unjuk rasa di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Senin, sebagai bentuk desakan agar tragedi kecelakaan kerja di Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, diusut secara menyeluruh, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.
Aksi tersebut dipicu oleh tragedi tenggelamnya kapal pompong yang mengangkut tujuh orang di kawasan pelabuhan. Peristiwa itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, satu korban hingga kini masih dinyatakan hilang, sementara tiga lainnya berhasil selamat.
Dalam orasinya, massa aksi menilai peristiwa yang merenggut korban jiwa itu harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Mereka meminta proses penanganan tidak berhenti pada tahap penyelidikan, tetapi juga mampu mengungkap penyebab kecelakaan serta pihak-pihak yang harus bertanggung jawab apabila ditemukan adanya unsur kelalaian.
Mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan kepada Polda Riau. Pertama, meminta Polda Riau mengambil alih penyelidikan yang saat ini masih ditangani Polres Siak. Kedua, mendesak agar pengusutan dilakukan secara menyeluruh hingga tuntas untuk mengungkap penyebab tragedi kecelakaan kerja di Pelabuhan Tanjung Buton. Ketiga, meminta hasil penyelidikan dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Aspirasi mahasiswa diterima oleh perwakilan Polda Riau, M. Daud. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa para korban serta mengapresiasi penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib.
"Kami turut berduka cita atas tragedi ini. Seluruh tuntutan yang disampaikan adik-adik mahasiswa akan kami teruskan kepada pimpinan untuk segera ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku," ujarnya.
Usai menyampaikan aspirasi di Mapolda Riau, massa melanjutkan aksi ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau untuk menyampaikan tuntutan serupa.
Di hadapan mahasiswa, Kepala Disnakertrans Provinsi Riau, Roni Rahmad, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terhadap insiden tersebut. Menurutnya, tim Disnakertrans telah turun melakukan pemeriksaan dan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna memastikan seluruh fakta dapat diungkap secara komprehensif.
Ia meminta mahasiswa dan masyarakat memberikan kesempatan kepada tim untuk menyelesaikan proses penyelidikan secara menyeluruh sebelum hasilnya diumumkan kepada publik.
"Saat ini tim masih mendalami penyebab terjadinya tragedi dan telah berkoordinasi dengan Polda Riau. Kami meminta seluruh pihak bersabar menunggu hasil penyelidikan secara keseluruhan. Nantinya hasil tersebut akan kami sampaikan kepada publik," kata Roni.
Mendengar tanggapan dari Polda Riau maupun Disnakertrans Provinsi Riau, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib. Meski demikian, mereka menegaskan akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus hingga terdapat kepastian hukum dan kejelasan mengenai penyebab tragedi tersebut.
Mahasiswa berharap proses penyelidikan berjalan profesional, transparan, dan akuntabel sehingga keluarga korban memperoleh keadilan, sementara hak-hak para korban beserta jaminan yang menjadi tanggung jawab pihak terkait dapat segera direalisasikan. (*)








