Satu Korban Masih Belum Ditemukan, Tim SAR Resmi Tutup Operasi Kecelakaan Pompong Di Tanjung Buton

Satu Korban Masih Belum Ditemukan, Tim SAR Resmi Tutup Operasi Kecelakaan Pompong Di Tanjung Buton
Tim SAR Resmi Tutup Operasi Kecelakaan Pompong Di Tanjung Buton

Siak, Terbilang.id - Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian korban kecelakaan kapal pompong yang tenggelam di perairan Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Senin (13/7/2026). Keputusan tersebut diambil setelah operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan.

Hingga operasi dinyatakan berakhir, satu korban masih belum berhasil ditemukan. Sementara enam korban lainnya telah dievakuasi, terdiri dari tiga korban selamat dan tiga korban meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan penghentian operasi dilakukan setelah tim SAR gabungan melaksanakan evaluasi terhadap seluruh upaya pencarian yang telah dilakukan sejak hari pertama kejadian.

"Tim gabungan telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk menemukan korban terakhir," kata Budi.

Selama operasi berlangsung, berbagai unsur terlibat dalam pencarian, di antaranya Basarnas, TNI AL, TNI AD/Yon TP 851 BBC, Babinsa, Polairud, KSOP, PT Sucofindo, PT Kharisma Inti Mitra Indonesia (KIMI), APDI, tim penyelam, nelayan, hingga masyarakat setempat.

Untuk memaksimalkan pencarian, tim melakukan penyisiran di permukaan menggunakan Rescue Boat (RB) 218, Rigid Inflatable Boat (RIB), perahu karet, serta pompong milik nelayan. Area pencarian diperluas hingga wilayah yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban berdasarkan kondisi arus laut.

Namun hingga hari ketujuh operasi, korban atas nama Febri (30), seorang surveyor PT Sucofinddo, masih belum berhasil ditemukan.

"Selama tujuh hari operasi, seluruh potensi SAR telah kami kerahkan secara maksimal. Namun hingga batas waktu operasi berakhir, satu korban belum berhasil ditemukan," ujar Budi.

Sementara itu, tiga korban yang ditemukan meninggal dunia masing-masing Ilham Syahputra Siregar (29), surveyor, Desmond Nataldo (44) dari PT Kharisma Inti Mitra Indonesia (KIMI), dan Aditya Waskita (27), staf Bea Cukai. Tiga korban lainnya berhasil diselamatkan dari insiden tersebut.

Budi menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja tanpa mengenal lelah selama proses pencarian berlangsung.

"Terima kasih kepada seluruh personel Basarnas, TNI, Polri, KSOP, unsur pemerintah, perusahaan, relawan, nelayan, dan masyarakat yang telah bersinergi dalam operasi pencarian ini. Dedikasi dan kerja sama seluruh unsur menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR," ungkapnya.

Meski operasi SAR telah resmi ditutup, Basarnas memastikan tetap melakukan pemantauan. Apabila di kemudian hari terdapat informasi baru atau korban ditemukan oleh masyarakat, pihaknya siap kembali melakukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai informasi, kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di perairan Selat Riau, kawasan Tanjung Buton, Kabupaten Siak.

Saat itu, kapal pompong yang dinakhodai Aprizal baru selesai mengantarkan dokumen ke kapal TB MTS 29. Selanjutnya, kapal bergerak menuju kapal kargo MV Himala untuk menjemput tim gabungan yang akan melaksanakan kegiatan draft survey.

Namun ketika melintas di sekitar haluan MV Himala, kapal diduga terseret arus laut yang deras hingga keluar dari jalur pelayaran. Buritan kapal kemudian membentur rantai jangkar kapal. Nahkoda sempat berupaya mengendalikan kapal dengan menambah tenaga mesin, tetapi derasnya arus membuat kapal kehilangan kendali hingga akhirnya tenggelam.

Musibah tersebut mengakibatkan tujuh orang yang berada di atas kapal menjadi korban. Hingga operasi pencarian resmi ditutup, satu korban masih dinyatakan hilang dan akan tetap dipantau apabila muncul informasi baru dari masyarakat. (*)