Heboh Penemuan Mayat Di Sungai Rokan, Polres Rohul Ungkap Identitas Korban
Rokan Hulu, Terbilang.id - Penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di aliran Sungai Rokan, tepatnya di Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, sempat menggegerkan warga, Senin (13/7/2026). Setelah dilakukan proses identifikasi, Polres Rokan Hulu akhirnya berhasil mengungkap identitas korban.
Korban diketahui bernama Iswandi (40), seorang petani yang berdomisili di Jalan Jambak Dalam, Gang Bendi, RT 001/RW 002, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Kasi Humas Polres Rokan Hulu, AKP Yohanes Tindaon, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 07.15 WIB dalam kondisi telungkup dan tersangkut di bebatuan di aliran Sungai Rokan.
"Setelah menerima informasi dari masyarakat, Kapolsek Ujung Batu memerintahkan personel untuk menuju lokasi. Sesampainya di TKP, benar ditemukan seorang laki-laki dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi telungkup dan tersangkut di bebatuan di Sungai Rokan," ujar Yohanes.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Ujung Batu bersama warga segera mengevakuasi jasad korban. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Ujung Batu untuk menjalani visum et repertum, sementara Tim Identifikasi (Inafis) Polres Rokan Hulu melakukan pengambilan sidik jari guna memastikan identitas korban.
Berdasarkan hasil identifikasi, korban dipastikan bernama Iswandi (40), seorang petani asal Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Yohanes menjelaskan, penemuan mayat bermula ketika seorang saksi bernama Amin (49), yang bekerja sebagai buruh pengambil pasir di Sungai Rokan, hendak melepaskan tali sampannya sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat tiba di tepi sungai, saksi melihat sesosok tubuh laki-laki dalam posisi telungkup tersangkut di bebatuan. Menyadari kondisi tersebut, saksi segera memanggil warga sekitar dan melaporkan temuannya kepada pihak kepolisian.
"Setelah sampai di sungai, saksi melihat sesosok mayat laki-laki dalam posisi telungkup tersangkut di batu. Saksi kemudian memanggil warga dan menghubungi pihak kepolisian," jelas Yohanes.
Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan dokter Putri Arianti bersama tim medis Puskesmas Ujung Batu memperkirakan korban telah meninggal dunia hampir 24 jam sebelum ditemukan.
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban hingga kini masih belum dapat dipastikan. Hasil visum et repertum juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah sebagai penyebab kematian.
"Dari hasil visum, penyebab kematian belum dapat dipastikan. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang dapat menyebabkan kematian," kata Yohanes.
Usai proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Penyerahan dilakukan kepada keluarga yang diwakili Kholyah (29), warga Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Polres Rokan Hulu memastikan penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Meski hasil pemeriksaan awal belum menunjukkan adanya indikasi tindak pidana, polisi tetap mengumpulkan keterangan para saksi serta mendalami seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut agar penyebab kematian Iswandi dapat dipastikan secara menyeluruh. (*)








