Api dengan cepat membesar dan membakar hampir seluruh bagian bangunan. Warga sekitar sempat panik karena di dalam gudang terdapat material mudah terbakar, termasuk solar yang berpotensi memperparah kobaran api.
Hingga siang hari, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pemadaman. Sejumlah armada dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Proses pendinginan juga dilakukan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Kapolsek Bukit Raya, David Richardo, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa proses pemadaman masih berlangsung dan aparat kepolisian turut melakukan pengamanan di lokasi kejadian.
“Masih dalam proses pemadaman,” ujarnya singkat.
Ia menambahkan, pihak kepolisian belum dapat memastikan total kerugian akibat kebakaran tersebut. Penyebab pasti kebakaran juga masih dalam tahap penyelidikan.
“Kita belum bisa memastikan berapa kerugian dan penyebab terjadinya kebakaran. Yang jelas masih proses pemadaman dan penyelidikan,” jelasnya.
Sejumlah informasi sementara menyebutkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun demikian, aparat kepolisian menegaskan dugaan tersebut masih didalami dan belum dapat disimpulkan secara resmi.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas masih fokus melakukan pemadaman serta memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman, sementara garis polisi telah dipasang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya standar keamanan instalasi listrik, terlebih pada bangunan yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti bahan bakar dan material pertanian. (*)