Kendaraan yang terlibat yakni mobil Mitsubishi Intercooler BM 8892 BU, satu unit truk dengan nomor polisi yang belum diketahui, serta sepeda motor Honda Scoopy BM 2152 AAB.
Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Satrio B.W. Wicaksana, mengatakan korban meninggal dunia merupakan tante dan keponakan, masing-masing berinisial KR (18) dan R (56).
“KR mengalami luka berat di bagian kepala dan wajah. Ia sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, namun dinyatakan meninggal dunia,” ujar Satrio, Minggu (22/2/2026).
Sementara itu, R meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat pada bagian kepala dan wajah.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil Mitsubishi Intercooler melaju dari arah utara ke selatan. Setibanya di pangkal jembatan yang menanjak, kendaraan diduga mengalami rem blong.
Mobil tersebut kemudian menabrak truk yang berada di depannya. Karena tidak dapat berhenti, kendaraan bergerak mundur ke arah kiri. Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Scoopy yang melintas di jalur tersebut tertabrak hingga pengendara dan penumpangnya terlindas ban belakang kendaraan.
Benturan keras dan suasana panik tak terhindarkan. Warga sekitar berusaha memberikan pertolongan sebelum petugas tiba di lokasi. Arus lalu lintas sempat tersendat akibat proses evakuasi dan pengamanan.
Mirisnya, pengemudi mobil Mitsubishi Intercooler dilaporkan melarikan diri usai kejadian. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus memburu sopir yang kabur dari lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, terutama saat melintasi jalur menanjak seperti pangkal Jembatan Siak II. Satu kelalaian bisa berujung pada hilangnya nyawa di jalan raya. (*)