Mulai Penataan Bundaran Mal Pekanbaru, Dishub Tutup Dua U-Turn, Berikut Jalur Pengalihannya
Pekanbaru, Terbilang.id - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai melakukan penataan bundaran di depan Mal Pekanbaru (MP), Jalan Jenderal Sudirman. Untuk mendukung kelancaran pengerjaan, dua jalur putar balik atau U-turn di kawasan tersebut sementara ditutup.
Penutupan dua U-turn ini membuat pengendara harus menyesuaikan rute perjalanan, terutama bagi yang hendak berputar arah di sekitar lokasi pengerjaan.
Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru, Octavianus Nahuway, mengatakan pihaknya telah menyiapkan jalur alternatif agar penutupan tersebut tidak memicu penumpukan kendaraan.
"Pengendara yang hendak berputar arah harus menyesuaikan rute perjalanan. Agar, penumpukan kendaraan tidak terjadi di sekitar kawasan tersebut," kata Octavianus, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, pengendara dari arah pusat kota dapat memanfaatkan jalur putar balik di bawah Flyover Jembatan Siak IV. Sementara itu, pengendara yang datang dari arah Rumbai bisa menggunakan U-turn Star City.
"Kami mengarahkan pengendara agar memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan. Dari arah pusat kota bisa memutar melalui bawah Flyover Jembatan Siak IV. Sedangkan dari arah Rumbai dapat menggunakan U-turn Star City," jelasnya.
Octavianus juga mengimbau pengendara untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan.
Pengendara diminta tetap berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan kendaraan saat melintasi kawasan tersebut demi menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
Penataan bundaran depan Mal Pekanbaru ini menjadi bagian dari upaya Pemko mempercantik wajah kota, khususnya di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Pembenahan tidak hanya menyasar tampilan fisik kawasan, tetapi juga fungsi lalu lintas di sekitar persimpangan.
Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan bahwa bundaran tersebut akan ditata dengan konsep lebih modern. Bahkan, desain kawasan persimpangan itu nantinya mengadopsi konsep Shibuya di Jepang yang dikenal dengan tampilan persimpangan modern dan keberadaan videotron.
"Itu kita bangun satu lagi di simpang depan MP. Itu akan kita baguskan. Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai," kata Agung.
Selain mempercantik bundaran, Pemko Pekanbaru juga berencana memperlebar area putaran balik kendaraan atau U-turn di sekitar persimpangan. Pos polisi yang berada di kawasan tersebut juga akan dimundurkan dan dibenahi agar terlihat lebih rapi.
Agung menambahkan, di lokasi itu nantinya juga dibangun pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mendukung pengawasan ketertiban umum.
Keberadaan pos tersebut dinilai diperlukan mengingat masih adanya persoalan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), gelandangan, dan pengemis (gepeng) yang kerap ditemukan di kawasan tersebut.
Menariknya, penataan bundaran depan Mal Pekanbaru ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemko mendapat dukungan dari pihak Mal Pekanbaru yang turut berpartisipasi dalam pembenahan kawasan di sekitar pusat perbelanjaan tersebut.
Agung menyampaikan apresiasi atas keterlibatan pihak swasta dalam mendukung penataan wajah Kota Pekanbaru.
"Ini tanpa APBD, dibantu oleh Mal Pekanbaru. Kita berterima kasih banyak kepada pihak yang ikut antusias. Mereka ingin kawasan di depan tempat usaha mereka terlihat bagus, sehingga tertarik untuk ikut membenahinya," ujarnya.
Tidak hanya pembenahan fisik persimpangan, kawasan tersebut nantinya juga akan dilengkapi videotron. Bahkan, Bank Mandiri yang berada tidak jauh dari lokasi turut menyiapkan videotron sebagai bagian dari penataan kawasan.
Agung menyebutkan, ke depan Jalan Jenderal Sudirman diarahkan menjadi kawasan yang lebih modern dengan memanfaatkan videotron sebagai media informasi dan tampilan visual kota.
Pemko juga berencana mengurangi keberadaan baliho konvensional yang menggunakan konstruksi besi dan menggantinya dengan media videotron.
"Konsepnya seperti persimpangan Shibuya di Jepang, karena ada videotron. Nanti Bank Mandiri di dekat simpang itu juga menyiapkan videotron. Jadi, Jalan Sudirman tidak ada lagi menggunakan baliho yang pakai besi, semuanya sudah menggunakan videotron," tutup Agung. (*)








