Bersinar Di Kejurnas Muaythai 2026, Lima Atlet Muaythai Bengkalis Sumbang Medali Untuk Riau
Bekasi, Terbilang.id - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Kabupaten Bengkalis. Lima atlet Muaythai asal daerah tersebut sukses memperkuat kontingen Provinsi Riau pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Muaythai Championship 2026 di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kelima atlet berhasil membawa pulang lima medali, masing-masing dua medali perak dan tiga medali perunggu, pada kejuaraan yang berlangsung 4 hingga 9 Agustus 2026.
Lima atlet tersebut yakni Galank Ananda Dyra yang meraih medali perak, Cahaya Aqila Lessnusa juga menyabet medali perak, serta Ananda Wahyu Wiraatmaja, Amira Khansa Lessnusa dan M. Alfatih Lessnusa yang masing-masing mempersembahkan medali perunggu.
Indonesia Muaythai Championship 2026 diikuti sekitar 460 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta bertanding dalam sejumlah divisi berdasarkan usia dan kategori, mulai dari youth, elite, profesional hingga kelompok usia remaja.
Selain kategori pertarungan, kejuaraan tersebut juga mempertandingkan kategori Wai Khruu (seni) seperti Muay Boran dan Muay Aerobic.
Pada ajang tersebut, lima atlet Bengkalis yang memperkuat Riau turun di kelompok usia remaja dengan kelas berbeda.
Galank Ananda Dyra bertanding di kelas 45 kilogram U15-16. Kemudian Amira Khansa Lessnusa turun di kelas 45 kilogram putri U15-16.
Sementara Cahaya Aqila Lessnusa bertanding di kelas 40 kilogram putri U11-12, M. Alfatih Lessnusa di kelas 20 kilogram putra U8-9, sedangkan Ananda Wahyu Wiraatmaja turun di kelas 60 kilogram.
Kelima atlet tersebut merupakan anak didik Sinyo Lessnusa dari Rumah Beladiri Siwalima Bengkalis.
Dari sisi pendidikan, Galank Ananda Dyra tercatat sebagai pelajar SMAN 2 Bengkalis. Ananda Wahyu Wiraatmaja merupakan siswa kelas XI SMA Abdurrab Islamic School Pekanbaru.
Sementara Amira Khansa Lessnusa merupakan pelajar MAN 1 Bengkalis. Adapun Cahaya Aqila Lessnusa dan M. Alfatih Lessnusa merupakan siswa SDN 04 Bengkalis.
Salah satu perjuangan menarik datang dari Ananda Wahyu Wiraatmaja.
Orang tua Wahyu, Dakeslim yang akrab disapa Ikes, mengatakan putranya sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih medali emas atau setidaknya perak.
Menurutnya, Wahyu sempat unggul dalam perolehan poin pada pertandingan. Namun, cedera bahu yang dialami saat babak semifinal membuat perjuangannya harus berakhir dengan raihan medali perunggu.
“Sudah unggul poin, namun di detik-detik terakhir cedera bahu. Akhirnya kalah dan meraih perunggu,” ujar Ikes.
Meski demikian, Ikes mengaku tetap bangga atas perjuangan putranya. Cedera yang dialami Wahyu tidak menghapus kerja keras dan semangat yang telah ditunjukkannya selama mengikuti kejuaraan tingkat nasional tersebut.
Prestasi lima atlet muda Bengkalis ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga beladiri di daerah mampu melahirkan talenta-talenta muda yang dapat bersaing di tingkat nasional.
Ke depan, dukungan dari berbagai pihak diharapkan semakin kuat, baik dalam pembinaan maupun pemenuhan kebutuhan latihan dan kompetisi.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, para atlet muda Bengkalis diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan kembali menorehkan prestasi lebih tinggi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga membawa nama Riau dan Indonesia ke pentas internasional. (*)








