Tuntut 20 Persen Tenaga Kerja Dan Transparansi CSR, Ratusan Warga Sei Jernih Kampar Geruduk PT Agrinas Palma Nusantara

Tuntut 20 Persen Tenaga Kerja Dan Transparansi CSR, Ratusan Warga Sei Jernih Kampar Geruduk PT Agrinas Palma Nusantara
tuntutan Warga Sei Jernih Kampar disampaikan langsung kepada pihak manajemen perusahaan yang hadir dalam aksi.

Kampar, Terbilang.id - Ratusan warga Sei Jernih, Kelurahan Pasir Sialang, Kabupaten Kampar, menggelar aksi damai di ruas Jalan Sei Jernih-PT Agrinas Palma Nusantara, Selasa (1/9/2026).

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada manajemen PT Agrinas Palma Nusantara, perusahaan yang sebelumnya dikenal dengan nama PT Johan Sentosa.

Masyarakat meminta perusahaan memberikan kepastian terkait hak dan keterlibatan warga Sei Jernih dalam aktivitas perusahaan, terutama menyangkut kesempatan kerja, transparansi Corporate Social Responsibility (CSR), pengadaan kebun masyarakat, kegiatan angkutan hingga perawatan jalan kampung.

Aksi tersebut dipimpin tokoh masyarakat Sei Jernih, Salman Alfarizi, didampingi Koordinator Lapangan (Korlap) Eri Bakri dan Ketua LPM Habibullah.

Salman mengatakan, kedatangan masyarakat bukan untuk mengganggu aktivitas perusahaan, melainkan menyampaikan aspirasi terkait kepentingan warga yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Kami datang bukan untuk mengganggu aktivitas perusahaan. Kami ingin menyampaikan aspirasi dan tuntutan masyarakat Sei Jernih agar hak serta kepentingan masyarakat sekitar dapat diperhatikan dan diberikan kepastian," ujar Salman.

Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Sei Jernih. Salah satunya terkait kesempatan kerja bagi warga setempat.

Masyarakat menilai warga sekitar perusahaan perlu mendapatkan ruang dan kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas perusahaan, termasuk sebagai tenaga kerja maupun dalam kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan operasional perkebunan.

Selain persoalan tenaga kerja, warga juga meminta adanya transparansi terkait dana CSR perusahaan.

"Kami meminta adanya keterbukaan terkait CSR, kesempatan kerja bagi masyarakat Sei Jernih, serta keterlibatan masyarakat dalam pengadaan kebun dan kegiatan angkutan perusahaan. Ini semua kami sampaikan agar hubungan antara perusahaan dengan masyarakat bisa berjalan baik dan saling memberikan manfaat," katanya.

Dalam aksi damai tersebut, masyarakat Sei Jernih menyampaikan lima tuntutan kepada PT Agrinas Palma Nusantara.

Pertama, warga meminta PT Agrinas Palma Nusantara yang sebelumnya bernama PT Johan Sentosa menerima masyarakat Sei Jernih sebagai karyawan sebanyak 20 persen dari total karyawan perusahaan.

Kedua, masyarakat meminta transparansi mengenai jumlah dan penyaluran dana CSR perusahaan kepada masyarakat Sei Jernih serta masyarakat Kelurahan Pasir Sialang secara umum.

Ketiga, warga meminta manajemen perusahaan bekerja sama dengan masyarakat Sei Jernih dalam pengadaan kebun masyarakat sebesar 20 persen sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keempat, masyarakat meminta perusahaan bekerja sama dengan warga Sei Jernih dalam kegiatan angkutan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Kelima, PT Agrinas Palma Nusantara diminta melakukan perawatan terhadap jalan kampung Sei Jernih yang selama ini digunakan untuk mendukung aktivitas perkebunan.

Lima tuntutan tersebut disampaikan langsung kepada pihak manajemen perusahaan yang hadir dalam aksi.

Sejumlah perwakilan manajemen PT Agrinas Palma Nusantara, di antaranya Danu, GM Pohan dan jajaran manajemen lainnya, menerima aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Pihak perusahaan menyatakan tuntutan tersebut akan disampaikan dan ditindaklanjuti melalui manajemen untuk dipelajari lebih lanjut.

"Tuntutan masyarakat sudah kami terima. Selanjutnya akan kami sampaikan dan tindak lanjuti melalui manajemen perusahaan," ujar perwakilan perusahaan.

Meski telah diterima pihak perusahaan, warga memberikan batas waktu 2x24 jam kepada manajemen untuk memberikan tanggapan atas tuntutan tersebut.

Batas waktu tersebut terhitung sejak aksi berlangsung pada Selasa (1/9/2026) dan berakhir pada Kamis (3/9/2026).

Salman berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas penerimaan dokumen. Ia meminta pihak perusahaan segera melakukan pembahasan dan memberikan langkah konkret atas persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

"Tuntutan ini sudah kami sampaikan dan sudah diterima oleh pihak manajemen. Kami memberikan waktu 2 x 24 jam sampai Kamis tanggal 3 September. Kami berharap dalam waktu tersebut ada respons dan langkah konkret dari perusahaan," tegasnya.

Menurut masyarakat, keterlibatan warga sekitar dalam aktivitas perusahaan penting untuk menciptakan hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat.

Warga berharap keberadaan perusahaan di wilayah tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar, baik melalui kesempatan kerja, program CSR, peluang usaha maupun dukungan terhadap infrastruktur yang digunakan bersama.

Kini, masyarakat Sei Jernih masih menunggu respons resmi manajemen PT Agrinas Palma Nusantara terhadap lima tuntutan yang telah disampaikan.

Jika hingga batas waktu yang ditentukan belum terdapat tanggapan maupun langkah konkret, masyarakat menyatakan akan melihat kembali langkah yang perlu dilakukan terkait aspirasi tersebut.

Aksi damai berlangsung dengan membawa isu utama mengenai hak dan kepentingan masyarakat Sei Jernih di tengah aktivitas perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara.

Dengan diterimanya tuntutan tersebut, bola kini berada di tangan manajemen perusahaan untuk memberikan respons dan solusi atas aspirasi warga paling lambat Kamis (3/9/2026). (*)