Seleksi Dirut PT Bumi Siak Pusako Masuk Babak Akhir, Dari 10 Kandidat Hanya Dua Nama Lolos UKK
Siak, Terbilang.id - Proses seleksi Direktur Utama di tubuh PT Bumi Siak Pusako (BSP) kian mengerucut. Dari total 10 kandidat yang mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), hanya dua nama yang dinyatakan lolos dengan status direkomendasikan tanpa catatan.
Hasil tersebut merupakan bagian dari asesmen yang dilakukan oleh PPM Manajemen sebagai pihak independen yang ditunjuk dalam proses seleksi.
Dalam laporan yang diserahkan kepada Panitia Seleksi (Pansel), para peserta dipetakan ke dalam tiga kategori, yakni disarankan, disarankan dengan pengembangan, dan tidak disarankan. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan aspek kompetensi, integritas, serta kemampuan manajerial.
Dua kandidat yang berhasil melaju ke tahap akhir adalah Robi Junipa dengan skor 7,72 dan Muttaqin yang memperoleh skor 7,64.
Ketua Tim Pansel, Heriyanto menegaskan, hasil asesmen ini menjadi pijakan penting dalam menentukan figur yang layak memimpin perusahaan energi daerah tersebut.
“Hasilnya hanya dua orang yang direkomendasikan. Namun proses belum selesai, karena keduanya masih harus mengikuti tes kesehatan dan wawancara bersama Bupati Siak selaku pemegang saham mayoritas,” ujarnya, Senin (4/5).
Ia menjelaskan, penilaian dilakukan oleh tim profesional dengan pendekatan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam analisa PPM Manajemen, hanya dua kandidat ini yang direkomendasikan tanpa catatan. Prosesnya dilakukan oleh tim ahli independen,” tambahnya.
Tahapan selanjutnya, kedua kandidat dijadwalkan menjalani Medical Check Up (MCU) di Eka Hospital Pekanbaru. Selain itu, mereka juga akan mengikuti dua sesi wawancara strategis.
Wawancara bersama Bupati Siak yang didampingi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan digelar pada 12 Mei 2026 di Pekanbaru, dengan fokus pada tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG). Sementara itu, wawancara bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) dijadwalkan pada 18 Mei 2026 untuk mendalami visi dan misi di sektor migas.
Terpisah, Direktur PPM Manajemen, Aditayani Indra Kukila menegaskan bahwa UKK bukan sekadar formalitas, melainkan proses evaluasi menyeluruh terhadap kualitas kepemimpinan kandidat.
“UKK dirancang secara komprehensif untuk menguji kemampuan strategis, kedalaman analisa, serta integritas kandidat dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompleks,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh tahapan dilakukan secara transparan dan bebas intervensi, mulai dari pemaparan visi-misi, studi kasus, wawancara mendalam, hingga penelusuran rekam jejak profesional.
“Semua proses terdokumentasi dan berbasis indikator terukur. Setiap peserta mendapatkan perlakuan yang setara,” tegasnya.
Dengan hanya menyisakan dua kandidat terbaik, proses seleksi Dirut BSP kini memasuki fase penentu yang akan menguji tidak hanya kapasitas teknis, tetapi juga visi strategis dalam membawa perusahaan menuju tata kelola yang kuat dan kinerja yang berkelanjutan. (*)


