Rapat yang awalnya dijadwalkan untuk mendengarkan laporan Pansus LKPJ sempat berjalan normal. Namun suasana berubah memanas ketika Ketua Fraksi Gerindra DPRD Riau, Ginda Burnama, mempertanyakan ketidakhadiran Plt Gubernur dalam forum tersebut.
Ginda menegaskan, berdasarkan Pasal 174 Tata Tertib DPRD Riau, penyampaian LKPJ merupakan agenda penting yang wajib dihadiri langsung oleh kepala daerah, bukan diwakilkan.
“Pansus sudah bekerja selama 31 hari. Apakah pimpinan dewan mengetahui isi Pasal 174? Kenapa Sekwan membiarkan mekanisme paripurna ini tetap dijalankan? Jika dilanjutkan, ini jelas melanggar tatib,” tegasnya di ruang paripurna.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman, yang memimpin jalannya rapat, menjelaskan bahwa Plt Gubernur SF Hariyanto sedang berada di Jakarta untuk menyelesaikan urusan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Namun, ia menyampaikan pesan agar paripurna dapat ditunda apabila terdapat keberatan dari anggota dewan.
Pernyataan tersebut tidak serta-merta meredakan suasana. Ginda kembali menegaskan bahwa aturan harus tetap menjadi acuan utama dalam pelaksanaan sidang.
“Ini bukan sekadar soal penundaan, tetapi soal tatib. Di atas tatib ada peraturan pemerintah, di atasnya lagi undang-undang. Ini sudah menjadi aturan kita bersama,” ujarnya.
Ketegangan semakin meningkat saat Ginda juga menyoroti pihak sekretariat dewan agar lebih cermat dalam menjalankan mekanisme sidang.
“Saya hormati Pak Sekda yang hadir. Tetapi Tatib DPRD Riau sudah mengatur seperti itu. Saya ingatkan kepada Sekwan, sering-seringlah membaca tatib. Jangan biarkan pimpinan dewan menjalankan paripurna seperti ini,” tegasnya.
Situasi yang terus memanas akhirnya membuat pimpinan rapat mengambil keputusan untuk menunda paripurna tersebut. Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, jajaran Forkopimda, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian resmi terkait jadwal lanjutan rapat paripurna tersebut. Namun, rapat dijadwalkan akan kembali digelar pada Selasa (21/4/2026). (*)