Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Junaedy, mengatakan fenomena ini kerap terjadi setiap mendekati Hari Raya Idul Fitri. Tingginya kepedulian dan kedermawanan masyarakat dimanfaatkan oleh para gepeng untuk mencari simpati di jalanan.
“Kami mengimbau warga, terutama pengguna jalan untuk tidak memberi uang kepada gelandangan dan pengemis di jalan,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, kebiasaan memberi uang secara langsung justru dapat memicu bertambahnya jumlah gepeng di Kota Pekanbaru. Jika masyarakat terus memberikan uang di jalan, mereka akan semakin banyak berdatangan.
“Mereka memanfaatkan warga maupun pengguna jalan yang dermawan. Mereka tahu pasti banyak warga yang iba,” ungkapnya.
Dinsos menegaskan masyarakat tetap dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada warga yang benar-benar membutuhkan melalui lembaga resmi agar bantuan lebih tepat sasaran.
Warga disarankan menyalurkan donasi melalui lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Rumah Zakat, maupun lembaga sosial lainnya yang memiliki mekanisme penyaluran yang jelas dan terdata.
Dengan cara tersebut, bantuan diyakini dapat menjangkau fakir dan miskin secara lebih efektif, sekaligus menekan pertumbuhan gepeng di jalanan selama Ramadan. (*)