Kedatangan Mardiono disambut langsung pimpinan Ponpes Babussalam, Syech Ismail Royyan, bersama jajaran pengurus serta kader PPP Riau. Turut mendampingi, Ketua DPW PPP Riau Ikbal Sayuti beserta pengurus partai.
Dalam sambutannya, Mardiono menyebut kunjungan ini bukan kali pertama dirinya bersilaturahmi ke ponpes tersebut. Ia menegaskan, Safari Ramadhan menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat konsolidasi partai di daerah.
“Ini sudah kali kedua saya bersilaturahmi ke sini. Alhamdulillah, kita bisa bertemu para tokoh, ulama, dan kader PPP. Ini bagian dari konsolidasi yang terus kami bangun,” ujarnya.
Di hadapan ulama dan kader, Mardiono menegaskan bahwa PPP tidak bisa dipisahkan dari para kyai dan tuan guru. Menurutnya, partai berlambang Ka’bah itu lahir dari rahim perjuangan umat dan memiliki kedekatan historis dengan Nahdlatul Ulama.
“PPP tidak pernah jauh dari ulama. Kita harus berpolitik dengan berpegang pada nilai-nilai keislaman. Tidak mungkin ulama dan umara dipisahkan. Jika dipisahkan, kebijakan yang lahir tidak akan dilandasi akhlak yang terpuji,” tegasnya.
Ia menambahkan, ulama memiliki peran strategis dalam mengingatkan pemimpin agar kebijakan tetap berada di koridor kebenaran serta menghadirkan kemaslahatan bagi umat.
Terkait tantangan elektoral PPP di Riau, Mardiono mendorong seluruh kader untuk kembali pada jati diri perjuangan partai sebagai wadah dakwah keumatan.
“Saya akan mendorong bagaimana PPP kembali pada dakwah keumatan. Berpolitik untuk mencegah kebatilan, menghadirkan kemaslahatan, dan menjauhkan kemudharatan. Ini tidak akan bisa jauh dari ulama,” paparnya.
Ia juga mengingatkan para kader yang duduk di eksekutif maupun legislatif agar memegang teguh sumpah jabatan. Menurutnya, sumpah yang diucapkan dengan Al-Qur’an bukan sekadar seremoni, melainkan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan.
“Semua pejabat negara, dari Presiden hingga anggota DPR, telah bersumpah setia pada UUD 1945. Sumpah itu bukan formalitas. Kelak akan diminta pertanggungjawaban,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PPP Riau Ikbal Sayuti mengatakan kunjungan Ketum PPP memiliki dua agenda utama, yakni Safari Ramadhan ke Ponpes Babussalam dan konsolidasi bersama kader serta anggota Fraksi PPP se-Riau.
“Setelah Safari Ramadhan, kami akan melaksanakan konsolidasi kader dan mendengarkan arahan langsung dari Ketum,” ujarnya.
Pimpinan Ponpes Babussalam, Syech Ismail Royyan, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai silaturahmi antara ulama dan politisi merupakan bagian penting dalam menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, khususnya di bulan suci Ramadhan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Pak Ketum PPP dan rombongan. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi mempererat komunikasi ulama dan umara demi kemaslahatan umat dan bangsa,” tuturnya.
Ia berharap silaturahmi tersebut dapat ditindaklanjuti dengan program nyata, khususnya dalam mendukung pendidikan dan kegiatan keagamaan di Riau. (*)