Dorong Produktivitas Petani, Provinsi Riau Replanting Ribuan Hektare Kebun Kelapa
Pekanbaru, Terbilang.id - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan terus mendorong program replanting (peremajaan) tanaman kelapa di sejumlah daerah sentra produksi. Hingga 2026, ribuan hektare kebun kelapa ditargetkan direplanting secara bertahap untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, menjelaskan bahwa program replanting kelapa ini merupakan dukungan langsung dari Kementerian Pertanian dengan pembiayaan penuh dari pemerintah pusat.
“Replanting kelapa ini adalah program dari Kementerian Pertanian, jadi seluruh anggarannya ditanggung pemerintah pusat melalui kementerian,” ujar Supriadi, yang akrab disapa Ucup, Senin (9/2/2026).
Tahap pertama replanting telah dilaksanakan pada 2025 dengan total luasan 4.500 hektare. Program ini tersebar di beberapa kabupaten, yakni Indragiri Hilir (Inhil) seluas 3.200 hektare, Kepulauan Meranti 1.000 hektare, dan Pelalawan 300 hektare.
Tahap kedua dimulai Februari 2026 dengan luasan lebih besar. Di Inhil, replanting dilakukan seluas 7.500 hektare, sedangkan di Kepulauan Meranti mencapai 2.500 hektare.
“Untuk Pelalawan akan menyusul. Saat ini mereka masih mencari produsen bibit, namun dipastikan program bisa terlaksana tahun ini,” jelas Ucup.
Tahap ketiga ditargetkan berlangsung akhir 2026. Untuk mendukung pelaksanaan, pemerintah daerah akan membentuk Surat Keputusan (SK) tim khusus yang menangani program replanting kelapa di Riau.
“Tahap tiga kita targetkan akhir 2026. Nanti kita bentuk SK tim yang secara khusus menangani kegiatan ini,” tambahnya.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Ucup menegaskan pihaknya fokus memfasilitasi berbagai sumber pendanaan agar bisa masuk ke Riau dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Tahun ini kita masih fokus memfasilitasi anggaran dari berbagai sumber agar masuk ke Riau. Harapannya, alokasi ini bisa diterima langsung oleh masyarakat, sehingga beban petani berkurang,” ujarnya.
Ia berharap program ini menjadi momentum kebangkitan perkebunan kelapa di Riau.
“Kita berharap ini bisa menjadi awal peningkatan produktivitas perkebunan kelapa di Riau dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” tutupnya. (*)


