Debat Nasional Penegakan Hukum Pemilu, Bawaslu Riau Ajak Mahasiswa Adu Gagasan
Pekanbaru, Terbilang.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bumi Lancang Kuning untuk berpartisipasi dalam Debat Nasional Penegakan Hukum Pemilu yang akan digelar di Jakarta pada Agustus 2026.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan Bawaslu tersebut diharapkan menjadi wadah bagi kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, untuk menyampaikan gagasan dan pemikiran dalam memperkuat sistem pengawasan serta penegakan hukum Pemilu di Indonesia.
Anggota Bawaslu Riau, Nanang Wartono, mengatakan tema yang diangkat pada debat tahun ini adalah penguatan kelembagaan Bawaslu dalam penegakan hukum Pemilu.
"Tahun ini, tema debat mengangkat penguatan kelembagaan Bawaslu dalam penegakan hukum Pemilu," ujar Nanang kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, debat mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang partisipasi intelektual bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi pemikiran terhadap penguatan fungsi dan peran Bawaslu di masa mendatang.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menghimpun ide, gagasan, dan perspektif dari kalangan intelektual muda mengenai penguatan kelembagaan Bawaslu serta penegakan hukum Pemilu yang semakin berkualitas," katanya.
Nanang menjelaskan, pendaftaran peserta akan dibuka mulai 15 Juli hingga 24 Juli 2026. Informasi mengenai persyaratan dan mekanisme pendaftaran dapat diperoleh melalui sekretariat Bawaslu di tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.
Ia menambahkan, kompetisi akan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari seleksi eliminasi, regional, hingga babak nasional yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus 2026.
Untuk menjaring peserta terbaik, Bawaslu Riau bersama Bawaslu kabupaten/kota telah melakukan sosialisasi langsung ke sejumlah perguruan tinggi di Riau, khususnya kampus yang memiliki program studi hukum, syariah, serta ilmu sosial dan politik.
Melalui sosialisasi tersebut, Bawaslu berharap semakin banyak mahasiswa di Riau yang tertarik mengikuti kompetisi sekaligus berkontribusi dalam memperkuat kualitas demokrasi melalui gagasan-gagasan akademis.
"Kami berharap ada perwakilan dari Riau yang dapat tampil di tingkat nasional, bahkan meraih hasil terbaik dalam ajang ini," pungkas Nanang.
Bawaslu Riau optimistis partisipasi mahasiswa dalam debat nasional tersebut tidak hanya akan memperkaya diskursus mengenai penegakan hukum Pemilu, tetapi juga melahirkan pemikiran-pemikiran konstruktif yang dapat menjadi masukan bagi penguatan kelembagaan pengawas Pemilu di masa depan. (*)








