Kehadiran PKL Kembali Bikin Jembatan Siak IV Semrawut, Warga Desak Satpol PP Pekanbaru Bertindak Tegas

Kehadiran PKL Kembali Bikin Jembatan Siak IV Semrawut, Warga Desak Satpol PP Pekanbaru Bertindak Tegas
Kehadiran PKL Kembali Bikin Jembatan Siak IV Semrawut

Pekanbaru, Terbilang.id - Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jembatan Siak IV, Kota Pekanbaru, kembali menjadi sorotan. Meski telah beberapa kali dilakukan penertiban, para pedagang masih kembali membuka lapak di lokasi yang sama hingga memanfaatkan bahu jalan dan sebagian badan jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas para pedagang membuat kawasan Jembatan Siak IV kembali terlihat semrawut, terutama pada sore hari saat volume kendaraan meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas kerap tersendat dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, keberadaan lapak di bahu jalan juga memaksa pengendara berbagi ruang dengan pejalan kaki maupun pembeli yang kerap berhenti mendadak di tepi jalan.

Salah seorang pengendara, Wati, mengaku hampir setiap hari melintasi kawasan Jembatan Siak IV. Menurutnya, aktivitas PKL yang menggunakan bahu jalan membuat lalu lintas menjadi tidak tertib.

"Kalau sore memang sering macet karena banyak pedagang yang sampai berjualan ke bahu jalan. Pembeli juga sering berhenti mendadak, jadi kendaraan harus pelan-pelan lewat. Kondisi seperti ini cukup mengganggu dan menurut saya juga berbahaya," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Meski demikian, Wati berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya mengutamakan penertiban, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan usaha para pedagang.

"Semoga ada solusi yang baik. Pedagang tetap bisa mencari nafkah, tapi jalan juga kembali tertib dan pengendara merasa lebih aman saat melintas," katanya.

Menurut Winda, penertiban yang dilakukan selama ini belum memberikan dampak jangka panjang. Tidak lama setelah petugas meninggalkan lokasi, para pedagang kembali berjualan di tempat yang sama.

"Menurut saya, Satpol PP harus lebih rutin turun ke lapangan. Jangan hanya datang saat penertiban, lalu setelah itu tidak ada pengawasan lagi. Akhirnya pedagang kembali berjualan di tempat yang sama dan kondisinya kembali seperti semula," ungkapnya.

Ia menilai pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar aturan mengenai larangan berjualan di bahu jalan benar-benar ditegakkan.

"Kalau memang aturannya tidak boleh berjualan di bahu jalan, ya harus diawasi secara konsisten. Jangan hari ini ditertibkan, besok dibiarkan lagi. Kasihan juga pengguna jalan yang setiap hari harus menghadapi kemacetan dan kondisi yang kurang aman," tambahnya.

Jembatan Siak IV merupakan salah satu jalur strategis di Kota Pekanbaru yang setiap harinya dilintasi ribuan kendaraan. Karena itu, kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan menjadi kebutuhan yang harus dijaga.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dapat mengambil langkah yang lebih efektif melalui pengawasan rutin, penegakan aturan secara konsisten, serta penataan lokasi berjualan yang lebih tertib. Dengan demikian, aktivitas ekonomi para pedagang tetap dapat berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan maupun keselamatan masyarakat yang melintas. (*)