Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Santriwati Melahirkan Di Ponpes Kuansing

Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Santriwati Melahirkan Di Ponpes Kuansing
Pondok Pesantren Nurul Tauchid, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)

Kuantan Singingi, Terbilang.id - Seorang santriwati di Pondok Pesantren Nurul Tauchid, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), melahirkan seorang bayi di lingkungan pondok pesantren. Peristiwa yang terjadi pada 28 Juni 2026 itu kini menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan tindak pidana pelecehan seksual yang tengah ditangani kepolisian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, santriwati berinisial AF melahirkan secara normal di kamar pondok pesantren tanpa didampingi tenaga kesehatan. Setelah persalinan, korban kemudian dibawa ke sebuah klinik untuk mendapatkan penanganan medis karena plasenta masih tertinggal di dalam rahim.

Peristiwa tersebut memicu perhatian masyarakat setelah beredar informasi mengenai dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di pondok pesantren tersebut. Bahkan, beredar pula informasi yang menyebut adanya lebih dari satu korban. Namun hingga kini, informasi tersebut masih dalam proses pendalaman dan belum dapat dipastikan kebenarannya oleh aparat penegak hukum.

Pj Kepala Desa Sumber Jaya, Catur Vendrik, membenarkan adanya peristiwa persalinan yang dialami santriwati tersebut. Ia mengimbau siapa pun yang merasa menjadi korban agar segera melapor kepada kepolisian.

"Benar, kami juga mengimbau ke korban lain untuk segera melapor ke kepolisian," ujar Catur, Selasa (8/7/2026).

Menurut Catur, kondisi di Desa Sumber Jaya hingga kini tetap kondusif. Meski demikian, pemerintah desa mengaku belum dapat berkomunikasi dengan pihak pengelola pondok pesantren.

"Kondisi sejauh ini kondusif. Sementara ini komunikasi kami putus karena ponpes tidak kooperatif berkaitan permasalahan ini," katanya.

Ia juga memastikan kondisi korban dalam keadaan sehat dan saat ini masih mendapat pendampingan dari tenaga kesehatan desa.

"Korban sehat, masih dalam pantauan dari bidan desa. Lahir normal di pondok, tetapi tanpa bantuan dari tim kesehatan. Kalau di lapangan informasinya korban santri, tapi kami belum bisa komunikasi," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban memastikan dugaan kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian.

"Kasus sudah ditangani, ini kami posisi di lapangan bersama perangkat desa sama teman-teman Polres juga," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah warga mengaku mendatangi salah satu rumah keluarga korban setelah beredar informasi mengenai dugaan pelecehan seksual terhadap beberapa santriwati. Warga berharap seluruh informasi yang berkembang dapat diusut secara tuntas melalui proses hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Pondok Pesantren Nurul Tauchid maupun pihak yang disebut dalam dugaan tersebut. Redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi dan tetap membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Seluruh dugaan yang berkembang menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Aparat juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau merasa menjadi korban untuk melapor agar proses hukum dapat berjalan secara menyeluruh dan objektif. (*)