Tingkatkan Profesionalisme Koperasi Merah Putih, Pemprov Riau Wajibkan Bendahara Ikuti Sertifikasi Kompetensi
Pekanbaru, Terbilang.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong peningkatan profesionalisme pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi para bendahara.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan keuangan koperasi berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel, seiring dengan rencana pengembangan usaha koperasi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa bendahara memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola keuangan koperasi. Karena itu, setiap bendahara harus memiliki kompetensi yang terukur dan dibuktikan melalui sertifikasi resmi.
Hal tersebut disampaikan Syahrial saat membuka Pelatihan dan Sertifikasi Peningkatan Kompetensi Bendahara KDKMP Provinsi Riau Tahun 2026 di Pekanbaru, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, kemampuan bendahara tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja maupun latar belakang pendidikan formal. Kompetensi tersebut perlu diuji melalui mekanisme sertifikasi agar pengelolaan keuangan koperasi dapat dilakukan sesuai standar yang ditetapkan.
"Pelatihan ini diwajibkan dan berbasis sertifikasi kompetensi karena tanggung jawab bendahara itu besar. Kompetensi tidak cukup hanya dari pengalaman kerja atau pendidikan formal, tetapi harus diuji dan dibuktikan secara terukur melalui sertifikasi resmi," tegas Syahrial.
Ia menjelaskan, KDKMP diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Ke depan, kegiatan usaha koperasi juga diharapkan tidak hanya terbatas pada layanan simpan pinjam, tetapi berkembang ke sektor riil serta penyaluran kredit.
"KDKMP ke depan tidak hanya bergerak di simpan pinjam, tetapi juga sektor riil serta penyaluran kredit untuk menggerakkan perekonomian desa," ujarnya.
Namun, Syahrial mengingatkan bahwa perluasan kegiatan usaha tersebut harus diiringi dengan tata kelola keuangan yang baik. Setiap pemasukan, pengeluaran, hingga penggunaan dana koperasi wajib dicatat secara tertib dan transparan.
Selain itu, pengelolaan keuangan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota melalui mekanisme organisasi koperasi, termasuk dalam rapat anggota tahunan.
"Pengelolaan keuangannya wajib transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan pada rapat anggota tahunan," katanya.
Syahrial juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius hingga menjalani uji kompetensi. Ia menilai, kepercayaan yang diberikan kepada para pengelola koperasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, kesungguhan dalam mengikuti pelatihan menjadi bagian penting untuk memastikan para bendahara memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan tugasnya.
"Cara terbaik mensyukurinya adalah dengan mengikuti pelatihan ini secara sungguh-sungguh hingga dinyatakan lulus uji kompetensi," ungkapnya.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, Syahrial mendorong terbentuknya jaringan komunikasi antarbendahara KDKMP se-Provinsi Riau. Jaringan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, bertukar praktik pengelolaan yang baik, serta mencari solusi bersama terhadap berbagai kendala yang dihadapi koperasi di lapangan.
Ia menilai, komunikasi dan kolaborasi antarpengelola koperasi penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pelaksanaan operasional KDKMP di berbagai daerah di Riau.
"Buatlah grup komunikasi antar bendahara se-Provinsi Riau. Jika ada praktik baik atau kendala di satu koperasi, bisa saling berbagi dan mencari solusinya bersama," imbaunya.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, Pemprov Riau berharap lahir bendahara KDKMP yang kompeten, memahami prinsip tata kelola koperasi, serta mampu mengelola keuangan secara profesional dan bertanggung jawab.
Syahrial juga meminta lembaga pelatihan dan para asesor melaksanakan pembinaan serta pengujian kompetensi peserta secara optimal agar sertifikasi yang diberikan benar-benar mencerminkan kemampuan para bendahara.
"Kepada lembaga pelatihan dan para asesor, kami titipkan para peserta untuk dibina dan diuji dengan baik. Mari kita songsong operasionalisasi KDKMP di Riau dengan penuh optimisme dan sinergi bersama," tutupnya.
Pemprov Riau berharap penguatan kompetensi bendahara ini dapat menjadi salah satu fondasi bagi terwujudnya koperasi Merah Putih yang dikelola secara profesional, memiliki tata kelola keuangan yang sehat, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan. (*)








