Berkapasitas Tiga Tempat Tidur, Rumah Oksigen Dinkes Riau Layani 17 Warga Terdampak Kabut Asap

Berkapasitas Tiga Tempat Tidur, Rumah Oksigen Dinkes Riau Layani 17 Warga Terdampak Kabut Asap
Fasilitas darurat berkapasitas tiga tempat tidur itu disiapkan untuk memberikan penanganan awal bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Pekanbaru, Terbilang.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau menyiagakan rumah oksigen untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap yang kembali menyelimuti wilayah tersebut. Fasilitas darurat berkapasitas tiga tempat tidur itu disiapkan untuk memberikan penanganan awal bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Rumah oksigen tersebut berada di kompleks Kantor Dinkes Riau, Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru. Fasilitas ini dilengkapi peralatan oksigen dan didukung tenaga medis yang bersiaga untuk melayani masyarakat.

Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, mengatakan pengaktifan rumah oksigen dan posko kesehatan merupakan langkah cepat untuk mengantisipasi dampak kesehatan seiring memburuknya kualitas udara dalam beberapa hari terakhir.

“Ini sesuai arahan Gubernur Riau agar semua infrastruktur kesehatan bersinergi dan terintegrasi untuk antisipasi dampak kabut asap,” ujar Zulkifli, Minggu (19/10/2026).

Selain rumah oksigen, Dinkes Riau juga mengoperasikan posko kesehatan di halaman Kantor Dinkes Riau. Layanan tersebut ditujukan bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga radang tenggorokan.

Untuk menunjang pelayanan, Dinkes Riau menyiagakan satu dokter dan dua perawat yang bertugas secara bergantian di rumah oksigen maupun posko kesehatan.

Upaya penanganan dampak kabut asap turut diperkuat melalui kolaborasi dengan Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Kerja sama tersebut mencakup enam posko kesehatan terintegrasi guna memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

Sejak mulai beroperasi pada Senin sebelumnya, posko kesehatan tersebut tercatat telah melayani 17 warga. Mereka mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Zulkifli menyebut jumlah kunjungan itu menunjukkan masyarakat mulai memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan.

“Jumlah ini menunjukkan masyarakat mulai memanfaatkan fasilitas yang kami sediakan. Posko ini tidak hanya soal angka, tapi menjadi harapan warga untuk dapat pertolongan cepat,” katanya.

Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, Dinkes Riau mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan kabut asap.

Warga yang mengalami keluhan sesak napas, batuk, mata perih, maupun radang tenggorokan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan tidak menunda penanganan.

Masyarakat juga diharapkan mengikuti imbauan kesehatan serta mengurangi paparan asap, terutama ketika kondisi udara sedang tidak sehat.

Adapun rumah oksigen di Kantor Dinkes Riau melayani masyarakat sesuai jam kerja hingga hari Sabtu. Di luar waktu pelayanan tersebut, warga tetap dapat mengakses layanan kesehatan melalui puskesmas, rumah sakit, dan posko kesehatan yang tersedia di kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Dinkes Riau berharap kesiapsiagaan rumah oksigen, posko kesehatan, serta koordinasi lintas instansi dapat mempercepat penanganan warga yang terdampak kabut asap.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menghadapi risiko gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara, sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pelayanan medis saat dibutuhkan. (*)