Siapkan Solusi Sampah Jadi Energi, Pemprov Riau Bidik 5 Daerah Bangun PSEL
Jakarta, Terbilang.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai menatap solusi jangka panjang dalam penanganan persoalan sampah. Lima daerah di Riau kini dibidik sebagai lokasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyebutkan lima daerah tersebut meliputi Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, serta Kabupaten Bengkalis.
“Ini bagian dari dukungan terhadap program nasional. Ada lima daerah yang kita siapkan untuk pembangunan PSEL,” ujarnya usai pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, pembangunan fasilitas PSEL membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar, yakni minimal 1.000 ton per hari agar dapat beroperasi optimal. Namun, kebutuhan tersebut dinilai bisa dipenuhi melalui kolaborasi antar daerah.
Berdasarkan data, Kota Pekanbaru menghasilkan sekitar 1.011 ton sampah per hari, Kabupaten Siak sekitar 192 ton, dan Kabupaten Kampar sekitar 350 ton. Jika digabungkan dengan daerah lainnya, potensi tersebut dinilai mencukupi untuk mendukung operasional PSEL.
“Dengan kolaborasi, syarat kebutuhan sampah itu sudah bisa terpenuhi,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Riau juga telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare sebagai lokasi pembangunan fasilitas tersebut. Proyek ini nantinya akan dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup bersama pemerintah daerah.
SF Hariyanto menegaskan, kehadiran PSEL diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurangi praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Tak hanya itu, teknologi ini juga dinilai mampu memberikan nilai tambah dengan mengubah limbah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai PSEL merupakan solusi strategis dalam pengelolaan sampah skala besar. Namun, ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber agar sistem dapat berjalan efektif.
“Kalau pemilahan dari sumber tidak dilakukan, maka proses di hilir juga akan terganggu. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Dengan dukungan lintas sektor, Pemprov Riau optimistis pembangunan PSEL dapat segera terealisasi dan menjadi langkah maju dalam mewujudkan pengelolaan sampah modern yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis di masa depan. (*)


