Telusuri Dugaan Aktivitas Menyimpang Pascaviral Di Medsos, Satpol PP Pekanbaru Minta Operasional Laksamana Muda Coffee & Live Space Ditutup Sementara

Telusuri Dugaan Aktivitas Menyimpang Pascaviral Di Medsos, Satpol PP Pekanbaru Minta Operasional Laksamana Muda Coffee & Live Space Ditutup Sementara
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto

Pekanbaru, Terbilang.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru menindaklanjuti viralnya sebuah video yang diduga memperlihatkan aktivitas menyimpang di Laksamana Muda Coffee & Live Space. Menyusul kejadian tersebut, petugas mendatangi lokasi pada Senin (19/10/2026) malam, memanggil pihak pengelola untuk dimintai keterangan, serta meminta operasional tempat usaha itu ditutup sementara.

Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri kejadian yang menjadi perhatian publik di media sosial (medsos), sekaligus memastikan apakah terdapat aktivitas yang melanggar ketentuan atau tindakan pengunjung di luar sepengetahuan pihak pengelola.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, mengatakan pihaknya telah memanggil pengelola atau penanggung jawab Laksamana Muda Coffee & Live Space, termasuk pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian dalam video viral tersebut.

"Dari kejadian yang viral kemarin, kami memanggil pihak pengelola atau penanggung jawab tempat hiburan tersebut, termasuk pihak-pihak yang terkait dengan kejadian yang viral itu, untuk dimintai keterangan," kata Desheriyanto.

Ia menjelaskan, Satpol PP juga meminta manajemen menghadirkan orang-orang yang terlibat dalam video tersebut untuk memberikan klarifikasi. Langkah ini diperlukan agar kronologi kejadian dapat diketahui secara jelas dan penanganannya tidak hanya didasarkan pada video yang beredar.

Berdasarkan keterangan awal dari penanggung jawab tempat usaha, kejadian tersebut berlangsung pada Minggu malam. Pihak pengelola mengaku kegiatan yang berlangsung di lokasi hanya berupa hiburan musik biasa.

Sementara itu, orang-orang yang terlihat dalam video viral tersebut disebut datang sebagai tamu biasa, bukan peserta kegiatan khusus yang diselenggarakan oleh manajemen.

"Berdasarkan keterangan penanggung jawab, kejadian itu berlangsung pada Minggu malam. Kegiatan di tempat tersebut, menurut pengakuan mereka, hanya berupa hiburan musik biasa. Orang-orang yang ada di dalam video viral itu disebut masuk sebagai tamu biasa," jelasnya.

Desheriyanto menambahkan, berdasarkan penjelasan pengelola, video yang beredar di media sosial itu direkam sendiri oleh orang-orang yang terlibat. Pihak manajemen juga menyebut para tamu tersebut baru pertama kali datang ke tempat itu dan berpakaian seperti pengunjung pada umumnya.

Meski demikian, Satpol PP Pekanbaru belum menjadikan keterangan tersebut sebagai kesimpulan akhir. Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi, kronologi kejadian, serta ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

"Namun, kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut dan memanggil pihak-pihak terkait untuk memastikan kebenarannya," tegas Desheriyanto.

Sebagai langkah awal, Satpol PP memberikan kesempatan kepada pengelola untuk bersikap kooperatif selama proses klarifikasi berlangsung. Manajemen juga diminta menutup sementara operasional tempat usaha secara sukarela hingga persoalan tersebut ditelusuri lebih lanjut.

Menurut Desheriyanto, penutupan sementara itu dilakukan karena pihaknya belum menyelesaikan pemeriksaan secara menyeluruh. Satpol PP masih perlu memastikan apakah kejadian dalam video tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang sengaja diselenggarakan oleh pengelola atau tindakan pengunjung tanpa sepengetahuan manajemen.

"Kami masih perlu mengklarifikasi apakah kejadian tersebut memang disengaja atau merupakan tindakan tamu yang datang ke tempat itu," katanya.

Ia menegaskan, tindakan selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait. Apabila ditemukan kegiatan atau acara yang terbukti melanggar aturan, Satpol PP akan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebaliknya, jika kejadian tersebut merupakan tindakan pengunjung tanpa sepengetahuan pengelola, pihaknya akan mempertimbangkan hasil klarifikasi dan memberikan kesempatan kepada manajemen untuk melakukan evaluasi, dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

"Namun, jika hal itu merupakan tindakan tamu tanpa sepengetahuan pengelola, Satpol PP juga perlu memberikan kesempatan kepada pihak pengelola untuk melakukan evaluasi dan menerima peringatan sesuai aturan," jelasnya.

Satpol PP Pekanbaru memastikan penelusuran terhadap kejadian tersebut masih berlanjut. Pemanggilan pihak-pihak terkait dan pemeriksaan lanjutan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai peristiwa yang memicu perhatian masyarakat tersebut.

Hingga proses klarifikasi selesai, dugaan aktivitas menyimpang dalam video yang beredar masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Kepastian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata dari konten yang viral di media sosial. (*)