Tabrakan Maut Di Siak II, Polisi Buru Sopir Bus Pelangi Usai Hantam Driver Maxim
Pekanbaru, Terbilang.id - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Yos Sudarso (Siak II), Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Minggu (5/4/2026) malam. Insiden ini merenggut nyawa seorang driver taksi online Maxim, Candra Cindunata (38), setelah mobil Daihatsu Sirion yang dikemudikannya dihantam bus Pelangi.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 20.50 WIB, tepatnya di depan CV Sinar Menuju Sukses. Benturan keras di bagian depan kendaraan membuat kondisi mobil korban ringsek parah.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana, mengungkapkan korban sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad akibat luka berat di bagian wajah dan kepala. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
“Kecelakaan lalu lintas antara bus Pelangi dengan mobil Daihatsu Sirion mengakibatkan satu orang meninggal dunia, yaitu sopir Sirion,” ujar Satrio, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, penumpang dalam mobil tersebut, M. Azka (14), selamat meski mengalami luka ringan berupa lecet di bahu, telinga, dan lutut. Saat ini, korban masih menjalani perawatan medis.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat bus Mercedes Benz Pelangi bernomor polisi AA 7243 OD melaju dari arah selatan menuju utara. Saat mencoba mendahului kendaraan di depannya, bus diduga mengambil jalur berlawanan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil Daihatsu Sirion yang dikemudikan korban. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak dapat dihindari.
“Diduga pengemudi bus saat mendahului tidak memiliki ruang gerak yang cukup sehingga terjadi tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” jelas Satrio.
Kondisi cuaca saat itu dilaporkan sedang hujan dengan arus lalu lintas relatif sedang. Faktor tersebut diduga turut memengaruhi jarak pandang dan manuver kendaraan di lokasi kejadian.
Akibat benturan keras itu, kedua kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.
Usai kejadian, sopir bus Pelangi diduga melarikan diri. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran dan pendalaman untuk mengungkap keberadaan pelaku.
“Kami terus melakukan pendalaman untuk mengungkap keberadaan pengemudi bus,” tegas Satrio.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian saat berkendara, terutama ketika melakukan manuver mendahului di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. (*)


