Raih Penghargaan Nasional Di Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolda Riau Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas
Pekanbaru, Terbilang.id - Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum membanggakan bagi Polda Riau. Di tengah komitmen untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, Polda Riau berhasil meraih penghargaan nasional yaitu Lukerhasakanti, penghargaan bergengsi ini hanya diterima 10 Kepolisian Daerah (Polda) terbaik dari total 36 Polda di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan kinerja Polda Riau dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat.
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polda Riau yang didukung penuh oleh partisipasi masyarakat.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat selama ini," ujar Hengki usai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Riau, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Polri, khususnya Polda Riau, untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hengki menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan semata menjadi tugas kepolisian. Keberhasilan menciptakan situasi yang aman dan kondusif sangat bergantung pada kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan," tegasnya.
Ia menjelaskan, Provinsi Riau memiliki tantangan yang cukup kompleks di bidang keamanan. Letak geografis yang berbatasan dengan negara tetangga menjadikan wilayah ini rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas negara, seperti peredaran narkotika, penyelundupan, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Karena itu, Polda Riau terus mengedepankan pendekatan community policing dengan membangun kemitraan yang erat bersama masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Hengki, pendekatan tersebut menjadi strategi penting dalam mendeteksi dini berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
"Kejahatan seperti narkoba harus menjadi musuh bersama, khususnya di wilayah hukum Polda Riau," katanya.
Ia menambahkan, semangat Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi refleksi bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan.
Di sisi lain, Hengki juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan kemitraan dengan kepolisian. Menurutnya, berbagai persoalan keamanan akan lebih mudah diselesaikan apabila seluruh elemen bergerak bersama.
Dengan dukungan masyarakat, Polda Riau optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan yang terus berkembang, sekaligus menjaga Provinsi Riau tetap aman, tertib, dan kondusif sebagai daerah strategis di wilayah perbatasan Indonesia.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80, lanjut Hengki, bukan hanya menjadi ajang perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga pengingat bahwa keberhasilan menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat negara dan masyarakat. (*)








