Kembali Bidik Rekor MURI, Puncak Hari Jadi Ke-242 Pekanbaru Diisi Pembacaan Surat Al-Mulk Bersama Ribuan ASN

Kembali Bidik Rekor MURI, Puncak Hari Jadi Ke-242 Pekanbaru Diisi Pembacaan Surat Al-Mulk Bersama Ribuan ASN
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar

Pekanbaru, Terbilang.id - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali membidik rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada puncak peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Sebanyak 9.000 hingga 13.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim ditargetkan mengikuti pembacaan Surat Al-Mulk secara bersama di Jalan Sultan Syarif Kasim, Sabtu (4/7/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru itu diawali dengan pembacaan Surat Al-Mulk secara berjamaah dan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Das'ad Latif.

Selain sebagai bentuk syiar Islam dan memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan pemerintahan, kegiatan tersebut juga ditargetkan mencatatkan rekor MURI sebagai pembacaan Surat Al-Mulk oleh ASN terbanyak di Indonesia.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemilihan Surat Al-Mulk didasarkan pada kandungan maknanya yang mengingatkan umat tentang kebesaran, kekuasaan, dan perlindungan Allah SWT.

"Kenapa dipilih Surat Al-Mulk? Karena surat ini berbicara tentang kekuasaan Allah dan perlindungan Allah bagi kita. Harapannya, dengan membaca surat ini kita semakin mengakui kebesaran Allah, keagungan Allah, dan memohon agar dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik," ujar Markarius, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan pada 4 Juli dilakukan setelah menyesuaikan jadwal Ustaz Das'ad Latif yang sebelumnya berhalangan hadir pada puncak peringatan Hari Jadi Pekanbaru pada 23 Juni lalu.

Menurut Markarius, peringatan hari jadi kota tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Pekanbaru serta mengenang jasa para pendahulu yang telah membangun kota ini.

"Hari jadi ini adalah bagian dari rasa syukur kita kepada Allah. Kita mengenang perjuangan para pendahulu yang membangun Kota Pekanbaru dan sekarang tugas kita mengisinya dengan pembangunan serta kegiatan-kegiatan yang positif, terutama yang bernilai keagamaan," katanya.

Ia menambahkan, pembacaan Surat Al-Mulk terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi. Namun, untuk kebutuhan pencatatan rekor MURI, peserta yang dihitung adalah ASN muslim yang telah terdaftar melalui sistem absensi.

"Siapa saja yang hadir boleh ikut membaca Surat Al-Mulk bersama-sama. Tetapi untuk pencatatan rekor MURI nantinya yang dihitung adalah ASN yang mengikuti kegiatan ini," jelasnya.

Markarius menilai upaya memecahkan rekor MURI melalui pembacaan Al-Qur'an merupakan langkah positif yang dapat terus dikembangkan pada setiap peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru.

Menurutnya, tradisi tersebut tidak harus terbatas pada Surat Al-Mulk, tetapi dapat dilakukan dengan membaca surat-surat Al-Qur'an lainnya sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan serta memperkuat syiar Islam di Kota Pekanbaru.

Melalui kegiatan ini, Pemko Pekanbaru berharap peringatan Hari Jadi ke-242 tidak hanya meninggalkan catatan prestasi berupa rekor MURI, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius, kebersamaan, dan semangat membangun kota yang berlandaskan keimanan serta kecintaan terhadap Al-Qur'an. (*)