Karhutla Meningkat, BPBD Pekanbaru Catat 64,8 Hektare Lahan Terbakar Sejak Awal Agustus

Karhutla Meningkat, BPBD Pekanbaru Catat 64,8 Hektare Lahan Terbakar Sejak Awal Agustus
BPBD Pekanbaru Catat 64,8 Hektare Lahan Terbakar Sejak Awal Agustus

Pekanbaru, Terbilang.id - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Pekanbaru menunjukkan peningkatan sejak awal Agustus 2026. Hingga Kamis (20/8/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mencatat 27 kejadian kebakaran lahan dengan total luas mencapai 64,8 hektare.

Peningkatan intensitas kebakaran tersebut terjadi di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Bahkan, dalam satu hari petugas BPBD dapat menangani hingga empat kejadian kebakaran lahan secara bersamaan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manoluk, mengatakan peningkatan kejadian kebakaran lahan mulai terlihat sejak 3 Agustus 2026.

“Untuk kebakaran lahan, intensitasnya cukup banyak pada Agustus ini,” kata Martin, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat BPBD meningkatkan pemantauan di sejumlah kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Pada Selasa (18/8/2026), misalnya, petugas menangani empat kejadian kebakaran lahan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kebakaran terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki; Jalan Ikan Raya, Kelurahan Muara Fajar; Jalan Labersa, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya; serta Jalan Gulama, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai.

Total luas lahan yang terbakar dari empat kejadian tersebut mencapai sekitar 1,5 hektare.

Petugas BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan lain.

Sementara itu, hingga Rabu (19/8/2026), tim BPBD masih melakukan penanganan kebakaran lahan di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Labuh Barat, Kecamatan Payung Sekaki.

Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai satu hektare.

“Tim di lapangan juga masih berupaya memadamkan lahan yang terbakar,” ujar Martin.

Untuk mengantisipasi peningkatan kejadian, BPBD Pekanbaru kini menyiagakan 90 personel setiap hari.

Personel tersebut ditempatkan untuk melakukan pemantauan di kawasan rawan sekaligus bergerak cepat apabila ditemukan titik api.

“Mereka bukan hanya melakukan pengawasan, tapi berupaya memadamkan lahan terbakar,” kata Martin.

BPBD Pekanbaru terus meningkatkan kesiapsiagaan seiring meningkatnya frekuensi kebakaran lahan sepanjang Agustus.

Masyarakat juga diimbau ikut berperan dalam mencegah Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama di kawasan lahan terbuka dan wilayah yang rawan terbakar.

Dengan tercatatnya 27 kejadian dan 64,8 hektare lahan terbakar, BPBD Pekanbaru memastikan pemantauan dan penanganan di lapangan terus diperkuat untuk mencegah api meluas serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. (*)