Banjir Pendatang Usai Lebaran, DPRD Ingatkan Pemko Pekanbaru Antisipasi Gepeng Dan Pengangguran

Banjir Pendatang Usai Lebaran, DPRD Ingatkan Pemko Pekanbaru Antisipasi Gepeng Dan Pengangguran
Anggota DPRD Pekanbaru, Doni Saputra SH MH

Pekanbaru, Terbilang.id - Kota Pekanbaru diperkirakan kembali menghadapi lonjakan pendatang baru pasca perayaan Idulfitri 2026. Fenomena urbanisasi tahunan ini dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan sosial jika tidak diantisipasi secara serius.

Salah satu dampak yang dikhawatirkan adalah meningkatnya jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng), seiring datangnya pendatang tanpa bekal keterampilan dan kepastian pekerjaan.

Anggota DPRD Pekanbaru, Doni Saputra SH MH, menegaskan bahwa arus urbanisasi pasca-Lebaran merupakan fenomena yang terus berulang setiap tahun.

“Banyak masyarakat datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih layak. Namun, tidak sedikit yang datang tanpa skill dan koneksi yang memadai,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian pendatang terpaksa bekerja serabutan, bahkan berpotensi menambah jumlah gepeng di Kota Pekanbaru.

“Tentu ini menjadi persoalan baru yang harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Ia menilai Pekanbaru selama ini masih menjadi magnet utama bagi para pencari kerja dari berbagai daerah. Namun, lemahnya pengawasan membuat arus pendatang terus meningkat tanpa pengendalian yang efektif.

“Tahun ini kita minta Pemko memiliki strategi yang jelas agar tidak terjadi penumpukan penduduk yang berpotensi menimbulkan masalah sosial,” tambahnya.

Doni juga menekankan pentingnya pendataan menyeluruh terhadap para pendatang, mulai dari identitas, tujuan kedatangan hingga keterampilan yang dimiliki.

Pendataan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara berjenjang dari tingkat RT, RW hingga kelurahan, sehingga pemerintah memiliki basis data yang akurat.

Dengan data tersebut, pemerintah dapat mengarahkan para pendatang agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di Pekanbaru, sehingga tidak menambah beban sosial baru.

Selain itu, ia juga mendorong dilakukannya razia terpadu yang melibatkan instansi terkait seperti Disdukcapil dan Satpol PP, khususnya di pintu masuk kota seperti terminal dan pelabuhan.

“Pengawasan harus diperketat di titik-titik masuk agar arus urbanisasi bisa lebih terkendali,” katanya.

Tak hanya itu, Doni juga meminta OPD terkait untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, khususnya calon pendatang, mengenai kondisi riil lapangan pekerjaan di Pekanbaru.

“Jangan sampai mereka datang tanpa keterampilan, yang pada akhirnya justru menambah angka pengangguran dan kemiskinan. Ini harus diantisipasi secara serius,” pungkasnya. (*)