Balap Liar Marak Saat Ramadan, DPRD Pekanbaru Dorong Orang Tua Edukasi Keselamatan Anak
Pekanbaru, Terbilang.id - Fenomena balap liar kembali marak terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru selama bulan suci Ramadan. Aksi kebut-kebutan tersebut kerap muncul pada waktu subuh usai sahur dan menjelang berbuka puasa (ngabuburit), sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Salah satu titik yang menjadi sorotan berada di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di depan Eco Green. Aktivitas tersebut dinilai tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan keselamatan pelaku dan pengguna jalan lainnya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mencegah anak-anak terlibat dalam aksi balap liar, terutama selama Ramadan.
Menurutnya, banyak remaja yang terlibat balap liar mengabaikan faktor keselamatan, seperti tidak menggunakan helm maupun perlengkapan berkendara yang memadai.
“Balapan liar ini sangat berbahaya. Mereka tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang lengkap. Kalau sampai terjatuh, akibatnya bisa sangat fatal,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Robin menilai, selain membahayakan diri sendiri, aksi tersebut juga berpotensi mencelakai pengguna jalan lain yang tengah beraktivitas maupun masyarakat yang ingin menjalankan ibadah dengan tenang.
Karena itu, ia mendorong aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli dan segera membubarkan kerumunan yang terindikasi melakukan balap liar.
“Jangan sampai ada korban baru bertindak. Ini jelas merugikan masyarakat dan pengguna jalan,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif memantau aktivitas anak-anaknya, terutama pada waktu-waktu rawan seperti setelah sahur dan menjelang berbuka puasa.
“Kami minta orang tua benar-benar mengontrol anak-anaknya. Subuh mereka pergi ke mana, sore saat ngabuburit berkegiatan apa. Edukasi soal keselamatan harus diperkuat agar mereka tidak terlibat kegiatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Ia berharap adanya sinergi antara keluarga, aparat, dan masyarakat untuk menciptakan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Pekanbaru. (*)


