TDS Dan pH Memenuhi Standar, Perumdam Tirta Siak Klaim Kualitas Air Setara Dengan Air Minum Kemasan
Pekanbaru, Terbilang.id - Perumdam Tirta Siak mengklaim kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan telah memenuhi standar yang baik dan tidak kalah dibandingkan air minum dalam kemasan maupun air isi ulang.
Klaim tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Siak, Suryana Hakim, saat menjelaskan upaya perusahaan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan air perpipaan.
Menurut Suryana, pihaknya tidak hanya memperluas jaringan layanan air bersih, tetapi juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kualitas air yang disalurkan ke rumah-rumah pelanggan.
“Memang tidak mudah meyakinkan masyarakat. Namun ketika turun langsung ke lapangan, kami sekaligus memberikan penjelasan mengenai kualitas air yang kami distribusikan. Dari hasil pengujian tingkat Total Dissolved Solids (TDS) dan pH, kualitas air tersebut tidak kalah dengan air minum kemasan,” kata Suryana, Selasa (2/6/2026).
Ia menyebutkan, hingga saat ini Perumdam Tirta Siak telah berhasil memasang sekitar 1.400 sambungan rumah (SR) gratis yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun lalu. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang aman dan terjangkau.
Selain membahas kualitas air perpipaan, Suryana juga menyoroti penggunaan air tanah yang masih menjadi sumber utama bagi sejumlah pelaku usaha air isi ulang.
Menurutnya, proses produksi air minum menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) berpotensi menghasilkan limbah air dalam jumlah cukup besar karena sebagian besar air baku terbuang selama proses penyaringan.
“Saya pernah melakukan pemeriksaan langsung menggunakan alat uji di lokasi usaha air isi ulang. Dalam satu proses produksi, sekitar 60 persen air terbuang dan hanya 40 persen yang dimanfaatkan. Air yang terbuang itu biasanya dialirkan kembali ke tanah atau dibuang ke parit,” jelasnya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat menyebabkan pemborosan sumber daya air tanah yang selama ini menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat.
“Semakin besar volume air yang diproduksi, semakin banyak pula air yang harus dibuang dalam proses penyaringannya,” ujarnya.
Sebagai gambaran, untuk menghasilkan satu galon air siap konsumsi, diperlukan volume air baku yang jauh lebih besar karena sebagian harus dibuang selama proses pengolahan berlangsung.
Karena itu, Perumdam Tirta Siak terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan air perpipaan yang dinilai lebih efisien serta mampu mengurangi eksploitasi air tanah secara berlebihan.
“Selain dinilai lebih efisien, penggunaan air dari jaringan perpipaan juga dianggap dapat membantu mengurangi eksploitasi air tanah yang berlebihan,” tutup Suryana. (*)


