Gali Potensi PAD Tanpa Bebani Masyarakat, Pemprov Riau Fokus Maksimalkan Pajak Bahan Bakar
Pekanbaru, Terbilang.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus berjalan, meski kondisi fiskal daerah sedang menurun akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat dan adanya regulasi baru terkait pajak Opsen.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa beberapa strategi telah disiapkan untuk mendongkrak PAD, salah satunya melalui pembentukan Tim Optimalisasi PAD.
“Insyaallah dengan keyakinan, kami akan menggali potensi pendapatan daerah yang tidak memberatkan masyarakat. Itu kata kuncinya,” ujar SF Hariyanto, Senin (9/3/2026).
Salah satu fokus Pemprov Riau adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Menurut Plt Gubri, potensi pajak ini sebenarnya sangat besar. Namun, saat ini Riau hanya memperoleh sekitar Rp1 triliun per tahun, sementara daerah lain seperti Kalimantan Timur mampu meraup hingga Rp6 triliun.
“Seharusnya pendapatan kita dari PBBKB minimal sama. Kita akan menggandeng Forkopimda Riau untuk menggali potensi ini. Nanti semua pihak terkait seperti Pangdam, Kapolda, Kajati, dan Danrem akan dilibatkan,” jelas SF Hariyanto.
Plt Gubri menegaskan, langkah ini dilakukan tanpa membebani masyarakat.
“Yang jelas kita tidak menyusahkan masyarakat, tidak membebani mereka. Kita hanya ingin mengambil hak masyarakat yang ada di perusahaan. Kewajiban mereka harus kita ambil, itu hak masyarakat,” tegasnya.
Strategi ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Riau untuk memperkuat keuangan daerah, memastikan pembangunan tetap berjalan, serta meningkatkan pelayanan publik meski menghadapi tekanan fiskal. Dengan kolaborasi lintas instansi dan optimalisasi potensi pajak, Pemprov Riau menargetkan peningkatan PAD yang signifikan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. (*)


