Dorong Lulusan Hukum Dan Komunikasi Siap Kerja, FIKH Universitas Hang Tuah Pekanbaru Fokus Benahi Kurikulum Berbasis OBE

Dorong Lulusan Hukum Dan Komunikasi Siap Kerja, FIKH Universitas Hang Tuah Pekanbaru Fokus Benahi Kurikulum Berbasis OBE
Workshop ini menjadi bagian dari upaya FIKH Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan zaman, tuntutan industri, serta kebutuhan masyarakat.

Pekanbaru, Terbilang.id - Fakultas Ilmu Komunikasi dan Hukum (FIKH) Universitas Hang Tuah Pekanbaru terus memperkuat kualitas pendidikan dengan membenahi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Langkah ini dilakukan untuk memastikan lulusan Program Studi Hukum dan Ilmu Komunikasi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Pengembangan dan Review Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (29-30/7/2026), di Aula Prof. Dr. dr. Buchari Lapau, MPH.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya FIKH Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan zaman, tuntutan industri, serta kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan OBE, proses pembelajaran diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang terukur dan siap diterapkan di dunia profesional.

Dalam penyusunan kurikulum tersebut, FIKH melibatkan berbagai stakeholder dari kalangan praktisi, instansi pemerintah, hingga dunia usaha. Hadir memberikan masukan Sukma Apyanda MH, Marlina SSos, Mutia Syafira MH, dan Michael Brammulia Tarigan STr Pas dari Balai Pemasyarakatan Kelas I Pekanbaru, Notaris Reza Azurma MKn, serta Ananda Agsury Putra SAP dari PT Riau Agsury Putra.

Masukan para praktisi tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan capaian pembelajaran lulusan agar selaras dengan kebutuhan riil di lapangan.

Sementara itu, pada hari kedua workshop, peserta mendapat penguatan materi dari pakar pendidikan hukum, Adrian Faridhi SH MU, yang membahas implementasi Outcome Based Education dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi Hukum.

Ketua Yayasan Hang Tuah, dr. Zainal Abidin MPH, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan mutu akademik, termasuk membangun budaya literasi di lingkungan kampus.

"Budaya menulis dan mutu penulisan perlu ditingkatkan guna meningkatkan kapasitas mahasiswa komunikasi dan hukum yang berdaya saing secara nasional ataupun global," ujarnya.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Hukum Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Ilhamdi, menegaskan bahwa arah baru kurikulum FIKH tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan teori, melainkan pada capaian kompetensi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa hukum harus dibekali kemampuan berbicara di depan publik, menyusun perjanjian, memahami praktik persidangan, hingga memiliki keberanian dalam mengimplementasikan ilmu yang dipelajari.

"FIKH sejatinya ingin fokus pada hasil dan kenyataan. Berdasarkan perkembangan zaman, masyarakat membutuhkan lulusan yang memiliki skill. Anak hukum harus pandai berbicara, harus bisa membuat perjanjian, harus bisa sidang dan berani," kata Ilhamdi.

Hal yang sama juga berlaku bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi. Mereka dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, menguasai strategi promosi, pemasaran, serta berbagai keterampilan lain yang dibutuhkan oleh dunia industri.

"Begitu juga anak komunikasi harus komunikatif, bisa promosi, memasarkan dan segala macam. Itu yang dibutuhkan masyarakat," tambahnya.

Ilhamdi menegaskan, melalui penerapan kurikulum OBE, mahasiswa akan lebih banyak mendapatkan pengalaman praktik sehingga mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan.

"Jangan hanya menghafal saja, tetapi harus bisa praktik dan diaplikasikan kepada masyarakat. Itu intinya. Kurikulum ini sudah kami susun dengan baik sehingga masyarakat semakin yakin untuk kuliah di Universitas Hang Tuah Pekanbaru karena ada kepastian anak didiknya memiliki skill yang nyata," tegasnya.

Melalui penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education tersebut, FIKH Universitas Hang Tuah Pekanbaru menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktik hukum, komunikasi, negosiasi, penulisan, serta kemampuan adaptif yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompetitif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)