Dorong Kemandirian Ekonomi, Unilak Latih Ibu Rumah Tangga Sawit Asri Palas Bikin Pewangi Pakaian
Pekanbaru, Terbilang.id - Peluang usaha bisa lahir dari keterampilan sederhana yang dapat dilakukan dari rumah. Hal itulah yang coba didorong tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Lancang Kuning (Unilak) melalui pelatihan pembuatan pewangi pakaian bagi ibu rumah tangga di Perumahan Sawit Asri Palas, Sabtu (25/7/2026).
Program bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pewangi Pakaian di Perumahan Sawit Asri Palas” tersebut dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Kegiatan ini diketuai Anania Rahmah, S.TP., M.Si., bersama anggota tim Vivin Jenika Putri, S.TP., M.Si. dan Fadel Al Barra, S.TP., M.T. dari Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori. Mereka juga diajak terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan pewangi pakaian.
Mulai dari mengenal bahan baku, melakukan proses pencampuran, menentukan pilihan aroma, hingga mengemas produk agar siap digunakan maupun dipasarkan.
Ketua tim PkM Anania Rahmah mengatakan, pelatihan tersebut berangkat dari melihat potensi ibu rumah tangga yang cukup besar untuk dikembangkan melalui keterampilan sederhana dan mudah diterapkan.
"Kami melihat banyak ibu rumah tangga memiliki potensi dan kemauan untuk belajar, tetapi terkadang belum memiliki akses terhadap keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal yang dapat langsung dipraktikkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Anania.
Menurut Anania, pewangi pakaian dipilih sebagai produk pelatihan karena memiliki peluang pasar yang cukup luas.
Produk tersebut merupakan kebutuhan yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, proses pembuatannya relatif mudah dilakukan dengan peralatan sederhana.
Kondisi tersebut dinilai memungkinkan produk pewangi pakaian dikembangkan sebagai salah satu alternatif usaha skala rumah tangga.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik.
Mereka aktif berdiskusi mengenai berbagai hal, mulai dari pemilihan aroma, teknik pembuatan, pengemasan hingga peluang pemasaran apabila produk dikembangkan menjadi usaha.
Salah seorang peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui pelatihan tersebut.
Sebelumnya, ia tidak mengetahui bahwa pewangi pakaian yang selama ini digunakan sehari-hari ternyata dapat diproduksi sendiri dan memiliki peluang untuk dijual.
Tidak hanya memberikan pelatihan, tim PkM juga melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai bahan baku, proses pembuatan serta peluang pengembangan produk pewangi pakaian.
Tim PkM berharap keterampilan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
Sebaliknya, pengetahuan yang telah diperoleh dapat menjadi modal awal bagi ibu rumah tangga untuk melakukan kegiatan produktif dari rumah sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.
Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Lancang Kuning dalam menjalankan peran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui keterampilan sederhana yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai jual, para ibu rumah tangga di Perumahan Sawit Asri Palas diharapkan semakin percaya diri melihat peluang usaha di lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, pelatihan tersebut bukan hanya mengajarkan cara membuat pewangi pakaian, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian, kreativitas dan peluang ekonomi berbasis rumah tangga. (*)
Penulis : Anania Rahmah, S.TP., M.Si dari Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning.








