Bongkar Pembunuhan Tukang Urut Di Rohul, Polisi Hentikan Pelarian Suami Korban Setelah Tiga Hari Pengejaran
Rokan Hulu, Terbilang.id - Pelarian Joni, terduga pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri, Joni, akhirnya terhenti setelah tiga hari dalam pengejaran aparat kepolisian. Pria tersebut berhasil ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rokan Hulu pada Jumat (19/6/2026).
Penangkapan dilakukan usai kasus pembunuhan yang menggegerkan warga Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, mulai terungkap ke publik.
Korban diketahui adalah Inur (50), seorang tukang urut yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya dengan kondisi bersimbah darah pada Selasa (16/6/2026) pagi.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra membenarkan penangkapan tersebut. Namun, pihak kepolisian masih belum mengungkap secara rinci lokasi penangkapan maupun motif di balik peristiwa tersebut.
“Iya, benar, pelaku sudah ditangkap pada Jumat,” ujar Emil kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).
Ia menegaskan, pengungkapan lengkap kasus tersebut, termasuk kronologi dan motif, akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan digelar pada Senin (22/6/2026).
Sebelumnya, jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua warga yang datang ke rumah korban pada pagi hari. Penemuan bermula saat seorang rekan kerja suami korban mendatangi rumah tersebut untuk mengajak Joni berangkat bekerja seperti biasa.
Namun, panggilan berulang kali tidak mendapat respons dari dalam rumah.
“Pagi tadi teman suami korban datang ke rumah manggil-manggil untuk berangkat kerja. Namun tidak digubris oleh J,” kata Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu AKP Toni Prawira.
Merasa ada kejanggalan karena Joni biasanya sudah beraktivitas di pagi hari, saksi kemudian mengajak warga lain untuk memeriksa kondisi rumah tersebut.
Saat masuk ke dalam rumah melalui pintu yang tidak terkunci, keduanya mendapati kondisi berantakan dan menemukan korban sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur.
“Saksi semakin kaget melihat korban bersimbah darah di atas tempat tidur,” ungkapnya.
Saat ditemukan, tubuh korban tertutup tikar, sementara Joni sudah tidak berada di lokasi kejadian. Temuan itu kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga mengalami luka tusuk di bagian leher yang menjadi penyebab kematian.
Sejumlah warga juga menyebutkan bahwa sebelum kejadian, korban sempat mengeluhkan persoalan rumah tangga yang sedang dihadapi. Bahkan pada malam sebelum peristiwa, korban masih terlihat bersama suaminya di rumah.
Kini, dengan tertangkapnya Joni, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh motif di balik kasus yang sempat menghebohkan warga Desa Ngaso tersebut. Polisi memastikan seluruh fakta akan diungkap dalam waktu dekat melalui konferensi pers resmi. (*)








