Mulai Konsolidasi Demokrasi, PAN Jadi Partai Pertama Dikunjungi Bawaslu Riau

Mulai Konsolidasi Demokrasi, PAN Jadi Partai Pertama Dikunjungi Bawaslu Riau
Rombongan Bawaslu Riau disambut langsung Ketua DPW PAN Riau Sahidin bersama Sekretaris DPW PAN Riau Dodi Irawan.

Pekanbaru, Terbilang.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau mulai melakukan konsolidasi demokrasi dengan partai politik sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi dan penyelenggaraan pemilu di masa mendatang.

Langkah tersebut diawali dengan kunjungan silaturahmi dan dialog ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Riau. PAN menjadi partai politik pertama yang dikunjungi dalam rangkaian konsolidasi yang akan dilakukan Bawaslu Riau kepada seluruh partai politik di daerah ini.

Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun komunikasi yang lebih erat dengan partai politik sekaligus menyerap berbagai masukan terkait pelaksanaan demokrasi dan kepemiluan.

“Kami melakukan silaturahmi dan konsolidasi politik dengan seluruh partai yang ada di Riau. Dan kemarin kita sudah kunjungi PAN, selanjutnya akan mengunjungi partai lainnya, sudah dijadwalkan,” ujar Alnofrizal, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, partai politik merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi. Karena itu, komunikasi dan koordinasi yang baik antara penyelenggara pemilu dengan partai politik perlu terus dibangun untuk menciptakan proses demokrasi yang lebih berkualitas.

Anggota Bawaslu Riau, Indra Khalid Nasution, menambahkan bahwa konsolidasi demokrasi dilakukan tidak hanya untuk mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan pemilu yang telah berlangsung.

Melalui dialog yang dibangun, Bawaslu berharap dapat memperoleh berbagai pandangan dan masukan dari partai politik sebagai bahan perbaikan dalam penyelenggaraan pemilu ke depan.

“Konsolidasi demokrasi ini kami lakukan kepada seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, demokrasi ke depan bisa berjalan lebih berkualitas,” kata Indra.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Bawaslu Riau disambut langsung Ketua DPW PAN Riau Sahidin bersama Sekretaris DPW PAN Riau Dodi Irawan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis dengan membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan kepemiluan.

Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah akses informasi selama proses pemilu, khususnya terkait data dan hasil penghitungan suara. PAN Riau menilai perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh peserta pemilu.

“Perkembangan teknologi seharusnya memudahkan kita dalam mengakses informasi,” ujar Dodi Irawan.

Selain itu, PAN Riau juga menyoroti pentingnya upaya bersama dalam memberantas praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam setiap pelaksanaan pemilu. Menurut Sahidin, politik uang dapat merusak kualitas demokrasi dan mencederai proses politik yang sehat.

“Praktik politik uang ini sangat merugikan kita,” tegas Sahidin.

Bawaslu Riau memastikan agenda konsolidasi demokrasi akan terus berlanjut dengan mengunjungi partai-partai politik lainnya yang telah masuk dalam jadwal kegiatan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga integritas, transparansi, serta kualitas demokrasi di Provinsi Riau.

Melalui konsolidasi tersebut, Bawaslu berharap berbagai tantangan yang muncul dalam penyelenggaraan pemilu dapat diidentifikasi sejak dini, sehingga proses demokrasi ke depan dapat berjalan lebih baik, partisipatif, dan berintegritas. (*)