Tuntaskan Identifikasi Lahan Flyover Garuda Sakti, BPN Pekanbaru Lanjutkan Pemetaan 85 Bidang Tanah
Pekanbaru, Terbilang.id - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pekanbaru terus memproses pengukuran dan pemetaan lahan untuk pembangunan Flyover Garuda Sakti di Simpang Panam. Dari total 90 bidang tanah yang menjadi target pendataan, sebanyak 85 bidang telah melalui proses pengukuran dan kini memasuki tahap pemetaan.
Kepala BPN Kota Pekanbaru, Muji Burohman, mengatakan tahapan identifikasi dan inventarisasi lahan telah selesai dilakukan. Saat ini, pihaknya berfokus menyelesaikan pemetaan serta penggambaran data bidang tanah yang telah diukur di lapangan.
"Targetnya 90 bidang tanah. Sebanyak 85 bidang sudah kami kerjakan. Sekarang sedang dalam proses penggambaran,” kata Muji, Ahad (25/10/2026).
Ia menjelaskan, proses pengukuran dan pemetaan menjadi bagian penting dalam pendataan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur tersebut. Data yang dihasilkan nantinya diharapkan memberikan gambaran yang jelas mengenai bidang-bidang tanah yang terdampak pembangunan.
BPN Pekanbaru juga berharap seluruh tahapan pendataan dapat berjalan lancar sehingga persoalan terkait lahan dapat diminimalkan dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Menurut Muji, hasil identifikasi dan inventarisasi lahan akan disampaikan kepada masyarakat agar informasi mengenai data bidang tanah dapat diketahui secara terbuka.
"Hasil identifikasi dan inventarisasi lahan akan kami sampaikan kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui data serta hasil pendataan yang telah dilakukan oleh BPN," jelas Muji.
BPN Pekanbaru menargetkan hasil pengukuran lahan dapat disampaikan pada Oktober 2026. Namun, proses pendataan di lapangan membutuhkan ketelitian karena terdapat sejumlah aspek yang harus dipastikan, terutama terkait penguasaan fisik tanah dan kejelasan batas setiap bidang.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemasangan patok di lapangan. Keberadaan patok dinilai penting untuk memastikan batas-batas tanah dapat diketahui secara jelas oleh pihak-pihak terkait.
Langkah tersebut juga diperlukan untuk meminimalkan potensi perbedaan data maupun perselisihan mengenai batas dan penguasaan lahan selama proses pembangunan berlangsung.
"Penguasaan fisik ini paling penting. Patok di lapangan harus dipasang supaya tidak terjadi persoalan-persoalan di lapangan,” ujar Muji.
Dengan berlanjutnya proses pemetaan terhadap 85 bidang tanah, BPN Pekanbaru berharap pendataan lahan untuk pembangunan Flyover Garuda Sakti dapat diselesaikan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Kejelasan data, batas bidang, serta penguasaan fisik tanah diharapkan menjadi landasan penting untuk mendukung kelancaran proses pembangunan sekaligus mengantisipasi persoalan pertanahan di kemudian hari. (*)








