Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Pemko Pekanbaru Sediakan 75 Ribu Masker Gratis Di 21 Puskesmas

Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Pemko Pekanbaru Sediakan 75 Ribu Masker Gratis Di 21 Puskesmas
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar didampingi Kepala Diskes, Hazli Fendriyanto meninjau layanan di Puskesmas beberapa waktu lalu.

Pekanbaru, Terbilang.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru dengan kondisi yang semakin pekat, Selasa (13/10/2026). Menghadapi kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri guna mengantisipasi dampak buruk paparan asap terhadap kesehatan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyediakan masker gratis yang dapat diperoleh masyarakat di puskesmas terdekat.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan masyarakat yang membutuhkan masker bisa langsung mendatangi puskesmas di wilayah masing-masing tanpa dipungut biaya.

"Masyarakat bisa datang mengambil masker ke puskesmas terdekat, gratis," kata Hazli.

Ia memastikan persediaan masker untuk masyarakat masih mencukupi. Saat ini, sekitar 75.000 lembar masker masih tersimpan di gudang Diskes Pekanbaru.

Selain stok yang tersedia di gudang, Diskes juga telah mendistribusikan hampir 100.000 masker gratis kepada masyarakat. Penyaluran masker tersebut turut dilakukan melalui 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru.

"Stok masker masih cukup, obat-obatan, oksigen juga tersedia di Puskesmas," ujarnya.

Hazli mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk. Langkah tersebut diperlukan untuk membantu mengurangi paparan partikel asap yang berisiko mengganggu kesehatan.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, khususnya ketika kabut asap semakin pekat. Upaya pencegahan ini penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan polusi udara.

Di tengah kondisi kabut asap yang belum membaik, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian Diskes Pekanbaru.

Berdasarkan data yang disampaikan Diskes, sebanyak 11.707 warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Dari jumlah tersebut, lebih dari 9.000 orang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Untuk mengantisipasi peningkatan keluhan masyarakat, Diskes Pekanbaru terus menyiagakan pelayanan kesehatan di puskesmas. Pelayanan disebut tetap berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

Selain itu, layanan puskesmas pada Sabtu dan Minggu direncanakan dibuka mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang memerlukan pemeriksaan kesehatan di tengah kondisi kabut asap.

Diskes Pekanbaru juga meningkatkan layanan rujukan bagi warga yang mengalami ISPA maupun gangguan kesehatan lainnya dan membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Hazli mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul setelah terpapar asap. Warga yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan lainnya diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

"Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai," pungkasnya.

Pemko Pekanbaru melalui Diskes terus mengupayakan perlindungan kesehatan masyarakat selama kabut asap masih menyelimuti kota. Ketersediaan masker gratis, kesiapsiagaan puskesmas, serta layanan rujukan diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla.

Masyarakat pun diimbau tetap waspada, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, membatasi aktivitas saat kualitas udara memburuk, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan. (*)