Siapkan Anggaran Rp13 Miliar, 20.800 Siswa Pekanbaru Bakal Terima Seragam Gratis Mulai Oktober
Pekanbaru, Terbilang.id - Janji Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho untuk memberikan seragam sekolah gratis mulai direalisasikan tahun 2026.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan anggaran lebih dari Rp13 miliar untuk membagikan tiga stel seragam gratis kepada seluruh peserta didik baru tingkat SD dan SMP negeri tahun ajaran 2026/2027.
Program tersebut diperkirakan menyasar sekitar 20.800 siswa baru tanpa membedakan latar belakang ekonomi.
Kebijakan seragam gratis secara menyeluruh ini diambil Pemko Pekanbaru untuk memastikan tidak ada kesenjangan maupun polemik di lingkungan sekolah.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, program tersebut berawal dari banyaknya keluhan masyarakat yang merasa terbebani dengan biaya pendidikan anak, termasuk kebutuhan membeli seragam sekolah.
“Saya terus kepikiran, bahwa banyak masyarakat yang mengatakan beratnya untuk membayar uang sekolah, membeli seragam sekolah,” ujar Agung, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, pemerintah harus hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
“Berangkat dari keluhan masyarakat, berangkat dari beban masyarakat itu, maka tahun ini kita sudah menganggarkan lebih dari Rp13 miliar untuk anggaran baju seragam gratis untuk seluruh sekolah di Kota Pekanbaru, baik SD maupun SMP,” lanjutnya.
Dalam program tersebut, setiap siswa baru akan mendapatkan tiga stel seragam sekolah.
Untuk peserta didik tingkat SD, seragam yang diberikan terdiri dari seragam wajib merah putih, seragam olahraga dan seragam pramuka.
Sementara untuk siswa SMP, seragam wajib yang diberikan berupa seragam biru putih, ditambah seragam olahraga dan seragam pramuka.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, penerima program terdiri dari sekitar 9.800 siswa SD negeri dan 11.000 siswa SMP negeri.
Jika ditotal, jumlah penerima mencapai sekitar 20.800 siswa baru.
Awalnya, Pemko Pekanbaru merancang program seragam gratis hanya bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Namun, kebijakan tersebut kemudian diperluas agar seluruh siswa baru mendapatkan bantuan seragam yang sama.
Keputusan tersebut diambil untuk menghindari munculnya polemik maupun kesenjangan di sekolah.
“Kita tidak ingin menjadi polemik. Kita harus menjamin pendidikan itu bebas dari pungutan, bebas dari beban masyarakat,” tegas Agung.
Meski seluruh siswa baru SD dan SMP negeri mendapatkan seragam gratis, Pemko Pekanbaru tetap memberikan perhatian khusus kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Sekitar 1.500 siswa SD dan 1.500 siswa SMP dari keluarga kurang mampu akan mendapatkan bantuan tambahan berupa tas dan buku.
Dengan demikian, siswa dari keluarga kurang mampu memperoleh dukungan lebih untuk memenuhi perlengkapan sekolah mereka.
Program tersebut diharapkan dapat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi agar anak-anak mereka tetap dapat mengikuti proses pendidikan tanpa terbebani kebutuhan perlengkapan sekolah.
Pemko Pekanbaru menargetkan penyaluran seragam gratis tersebut mulai dilakukan pada Oktober 2026.
Penyaluran dilakukan setelah tahun ajaran baru 2026/2027 berjalan, sehingga seluruh siswa baru yang menjadi sasaran program dapat segera menerima seragam sekolah.
Dengan anggaran lebih dari Rp13 miliar, Pemko Pekanbaru berharap program tersebut mampu mengurangi beban pengeluaran orang tua.
Lebih dari itu, kebijakan seragam gratis juga diharapkan dapat mendukung pemerataan akses pendidikan dasar serta menekan potensi angka putus sekolah akibat persoalan ekonomi.
Agung menegaskan, pemberian seragam secara merata merupakan bagian dari komitmen Pemko Pekanbaru untuk menghadirkan pendidikan dasar yang lebih terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Tidak hanya siswa dari keluarga kurang mampu, seluruh peserta didik baru SD dan SMP negeri mendapatkan hak yang sama dalam program tersebut.
Pemko Pekanbaru berharap kebijakan ini dapat menjadi langkah nyata dalam meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak di Kota Pekanbaru dapat mengenyam pendidikan dengan lebih baik. (*)








