Ringankan Beban Keluarga Kurang Mampu, Pemko Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Tebus 640 Ijazah Tertahan
Pekanbaru, Terbilang.id - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk membantu menebus ijazah siswa dari keluarga kurang mampu yang masih tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemko Pekanbaru memastikan tidak ada lagi anak yang kesulitan mendapatkan ijazah hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan berdasarkan pendataan awal terdapat sekitar 640 ijazah siswa yang masih tertahan di sejumlah sekolah. Saat ini, Pemko Pekanbaru tengah melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.
Agung menyebutkan, pada tahap pertama, Pemko Pekanbaru telah membantu menyelesaikan penebusan ijazah milik 59 siswa dari total sekitar 640 siswa yang terdata.
Besaran tunggakan yang diselesaikan juga bervariasi, mulai dari Rp6 juta, Rp7 juta hingga mencapai Rp15 juta.
"Untuk tahap pertama, ada sekitar 59 anak yang ijazahnya sudah kita selesaikan dari total sekitar 640 anak. Ada tunggakan Rp15 juta, Rp6 juta, hingga Rp7 juta yang kita selesaikan," tegas Agung, Jumat (30/10/2026).
Dalam menjalankan program tersebut, Pemko Pekanbaru turut menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pekanbaru. Dukungan juga datang dari sejumlah sekolah swasta yang bersedia memberikan keringanan terhadap tunggakan biaya pendidikan para siswa.
Bahkan, beberapa sekolah memberikan potongan tunggakan dalam jumlah besar. Ada sekolah yang memangkas kewajiban pembayaran selama satu tahun hingga lima tahun. Bahkan, terdapat sekolah yang menggratiskan tunggakan siswa hingga tujuh tahun.
Menurut Agung, persoalan ijazah tertahan bukan sekadar menyangkut urusan administrasi pendidikan. Ijazah merupakan dokumen penting yang menjadi salah satu syarat bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun melamar pekerjaan.
Karena itu, Pemko Pekanbaru berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara bertahap melalui dukungan anggaran yang telah disiapkan serta kolaborasi dengan Baznas dan pihak sekolah.
Agung berharap, para siswa yang telah mendapatkan kembali ijazahnya dapat semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.
"Mudah-mudahan anak-anak yang sudah mendapatkan ijazahnya semakin semangat sekolahnya, bisa meraih cita-citanya setinggi langit," harapnya.
Melalui program ini, Pemko Pekanbaru berharap persoalan ijazah tertahan akibat kendala ekonomi dapat diselesaikan secara bertahap. Dengan demikian, para pelajar dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja tanpa terkendala dokumen kelulusan. (*)








