Percepat Renovasi Jembatan Sungai Penyengat, Sinergi Polri Dan Warga Koto Gasib Masuki Hari Keempat
Siak, Terbilang.id - Semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat terus terjalin dalam kegiatan gotong royong renovasi Jembatan Sungai Penyengat di Kampung Buatan I, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Memasuki hari keempat, pekerjaan renovasi jembatan vital tersebut kembali dikebut sejak pukul 09.00 WIB. Minggu (1/2/2026)
Personel Polsek Koto Gasib yang diperkuat BKO Polda Riau bersama masyarakat setempat bahu-membahu melanjutkan perbaikan jembatan sepanjang 42 meter dengan lebar 3 meter itu. Selama ini, Jembatan Sungai Penyengat menjadi akses utama warga, termasuk jalur anak-anak menuju sekolah serta penopang aktivitas perekonomian masyarakat.
Pada hari keempat, fokus pekerjaan meliputi pengelasan lantai jembatan, pengecatan pagar dan lantai, pembuatan pondasi kedudukan tiang, pembersihan semak di sekitar lokasi, hingga penentuan titik pemasangan prasasti.
Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung Kapolsek Koto Gasib, IPTU Suhardiyanto, S.H., M.H., dengan melibatkan tiga personel Polsek Koto Gasib, dua personel Satpolairud Polda Riau, lima personel BKO Brimob, tiga personel BKO Ditsamapta Polda Riau, Kepala Desa Buatan I beserta perangkat desa, mahasiswa Kukerta UNDRI, serta sekitar 10 orang warga Kampung Buatan I.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kapolsek Koto Gasib IPTU Suhardiyanto menyampaikan bahwa kegiatan yang telah memasuki hari keempat ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam membangun fasilitas umum.
“Alhamdulillah, hingga hari keempat pekerjaan berjalan lancar. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi warga. Kehadiran Polri di sini merupakan wujud komitmen kami untuk selalu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Renovasi Jembatan Sungai Penyengat diharapkan segera rampung sehingga dapat kembali dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Kampung Buatan I dan wilayah sekitarnya. (*)


